Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Benih 20 Milyar CEO Dingin

Benih 20 Milyar CEO Dingin

Menjawab ramah setiap kata yang disampaikan oleh temannya tersebut. Setelah tamu yang datang mulai berakhir memberikan ucapan selamat. Daren mendekat pada Danisa, dan membisikkan sebuah sesuatu pada wanita tersebut. “Lain kali, kalau bicara tidak perlu berlama-lama. Kau harus bisa menjaga ucapanmu mulai sekarang. Aku tak mau, jika sampai kau bicara berlebih yang berpotensi akan membongkar rahasia kita,” kata Daren.
9.938.8K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as jangan banyak bicara
Read
+Library
Sekretaris Sang Presdir
Read
+Library
Dinikahi Majikan Jutek

Dinikahi Majikan Jutek

Aku mencoba berbicara baik-baik. "Tak usah banyak bicara," tukasnya. Pak Fikri masih dalam kesenduan saja. "Sedih boleh, karena itu adalah hal yang wajar dan manusiawi. Tapi mengikhlaskan adalah bagian yang terbaik agar tidak ada ganjalan lagi pada Bu Nabila di alam sana," kataku lagi pelan-pelan. "Sudahlah, Al. Jangan banyak bicara. Ucapan kamu tak ada gunanya." Pak Fikri bangkit dari atas pusara. Setelah mengusap wajahnya dengan kasar, dia meninggalkanku tanpa ajakan.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as jangan banyak bicara
Read
+Library
Pesanan Henna Calon Pengantin Suamiku

Pesanan Henna Calon Pengantin Suamiku

bentak Mey yang sudah merasakan mules berat. "Iya...iya, sabar dikit dong. Makan apa sih kok sampai mules-mules gitu kamu Yank?! Oh iya...tadi pas kita makan soto, pasti kamu kasih sambelnya banyak banget! Sudah sering kubilang kan, jangan terlalu banyak makan cabe dong, sayangi kesehatan, umur kita juga kan nggak muda lagi. Apa lagi kalau mau bepergian, diingat-ingat agar tak merepotkan orang lain seperti sekarang ini. Ingat kurangi makan pedas," ucap Satrio sambil fokus menyetir.
10175.3K viewsCompletedAdded to Library 4.2K Times as jangan banyak bicara
Read
+Library
Kotak Itu Berbicara

Kotak Itu Berbicara

“Bukan gue! Sumpah! Siapa yang nulis? Pakai nama gue segala. Sialan! Mainanya nggak seru.” “Udah-udah.” Roni tertawa, meminta anak-anak untuk kembali tenang. “Masih ada kertas lain lagi nih. Biar cepat, gue aja yang bacain ya, Mili tuh emang susah dibilangin. Naro minum suka sembarangan. Udah dua kali minumnya tumpah deket audio. Kan bahaya.” “Bukan minum gue!” Giliran Mili sontak berdiri, membela diri.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as jangan banyak bicara
Read
+Library
BUKAN MESIN PEMBUAT ANAK!

BUKAN MESIN PEMBUAT ANAK!

Tragis. "Aku mohon jangan bicara sembarangan, itu tidak benar, wajar seseorang ingin anak sekian, apa yang kamu katakan itu terlalu berlebihan, tidak baik untuk didengar, jangan katakan itu lagi, apalagi di depan anakku, kalau kamu masih menganggap aku teman."
108.8K viewsCompletedAdded to Library 290 Times as jangan banyak bicara
Show Reviews (13)
Read
+Library
Elpit
Aku mewek dooong(⁠╥⁠﹏⁠╥⁠)nggak terasa udah tamat. Awalnya kesel banget aku sama Ronan, pen lempar petasan, lempar sumpah serapah, super kesel kenapa sikapnya selalu semena-mena. Tapi saat tau Ronan diberi ujian aku juga merasa ikut sedih(⁠╥⁠﹏⁠╥⁠)semoga Ronan dan Bella bisa mengambil hikmahnya.
Zill Reta
baca ini jadi tahu detail new bie kak Riska, dan member GSB lain, sebuah pelajaran hidup yang tentunya tidak ditulis mengada ada karena nonfiksi itu yang dicari, sukses dan buku ini keren seperti buku sebelumnya
Read All Reviews
Yang Mandul Itu Kamu, Mas!

Yang Mandul Itu Kamu, Mas!

Tadi dia terlihat berpikir sejenak sebelum berucap. Orang ini terlalu banyak bicara. Kalau punya uang, langsung beli saja. Tidak usah menasehati ku tentang dunia usaha. Aku tidak suka. Sok pintar! Aku kembali tertawa. Bibir lalu berkata, "aku memang sempat memikirkan itu. Tetapi aku urungkan. Sekarang aku sudah memiliki banyak usaha. Belum lagi dua rumah yang sudah dikontrakan. Makanya aku ingin menjual rumah itu dan membuat usaha baru," ujarku dengan tenang.
1054.1K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as jangan banyak bicara
Read
+Library
SSST ... JANGAN BERISIK!

SSST ... JANGAN BERISIK!

Sedih, marah dan rasa trauma yang tersimpan di hatinya tidak bisa diungkapkan dengan suara dan amarah. Dina menggerakkan tangannya, dia seperti sedang merangkai kata dari tangannya itu. Untung, Zahra mengerti. Sebab dia yang mengajarkan Dina dari menonton youtube tentang bahasa isyarat. "Aku gak mau makan, aku lebih baik mati!" Perempuan berusia 20 tahun itu tampak putus asa, seperti tidak punya semangat untuk hidup. "Gak ... kamu gak boleh bicara kayak gitu, Din! Kalau kamu mati, bagaimana dengan Ibu? Ibu tidak bisa hidup tanpa kamu, Sayang!"
105.3K viewsCompletedAdded to Library 142 Times as jangan banyak bicara
Read
+Library
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Aisyah yang baik hati akhirnya mengundang Mawar dan Dini untuk kekamarnya agar bisa menikmati mangga bersama-sama. Tanpa basa-basi mereka langsung lari kelantai lima. Takut kehabisan sebab inget Rahma embom si tukang makan. Sambil menyantap hidangan seperti biasa Aisyah sedikit berdakwah. Pikirnya daripada ghibah ngomongin keburukan orang lain lebih baik bicara yang bermanfa'at saja. Kalau tidak berfaidah lebih baik diam. Mawar langsung ngurungin niatnya untuk curhat masalah putri temen sekamarnya yang menyebalkan. Aisyah langsung menjelaskan bahwa ada hadistnya tentang anjuran lebih baik diam daripada banyak bicara.
104.6K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as jangan banyak bicara
Read
+Library
Reset

Reset

Jawab Lintang pendek. "Kebetulan?" "Iya kebetulan." Lintang nyengir tidak berniat memberi penjelasan. Baru Saka mau menuntut penjelasan, ponselnya berbunyi lagi, dan dia langsung mengumpat begitu saja. Ogah-ogahan mengangkatnya, "Gimana bang? Gimana gue mau tawuran kalo lo nyuruh mereka pada balik? Ya nggak jadilah. Gue? Ah iya, gue ke tempat lo sekarang bang, ada informasi baru." Saka menutup ponselnya, beranjak berdiri.
2.6K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as jangan banyak bicara
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status