Suamiku Simpanan Tante-tante
Suaranya serak, khas orang baru bangun tidur.
Aku mengusap pipi dengan cepat, entah sejak kapan air mataku mengalir.
"Jangan begadang, nggak baik. Cepat tidur, Dek. Main hape-nya nanti lagi aja, ya?"
Aku bergumam sebagai jawaban, tak lupa dengan mengangguk juga. Takut kalau aku bersuara, justru benteng pertahananku untuk tidak tumpah air bahnya bisa bobol.