Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dear My Lover

Dear My Lover

Tentu saja mataku terlihat dengan jelas kalau bengkak, aku tertidur setelah menangis. Memilih untuk duduk di lantai dengan lutut yang kupeluk erat, aku menunggu beberapa waktu sebelum kembali tidur agar mata ini tak semakin membengkak. Dingin dan gelap, tapi aku seperti menikmati dengan perasaan tenggelam di dalamnya.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai jangan tidur setelah menangis
Baca
+Pustaka
AKU BUKAN WANITA PENGHIBUR

AKU BUKAN WANITA PENGHIBUR

Kurang lebih sepuluh menit aku berada dalam dekap asisten rumah tangga yang aku anggap bagai kelurga itu. "Bik, aku ngantuk. Aku ke kamar dulu ya." Aku berlalu. Bik Jumi mengangguk sembari tersenyum. Memang tidur paling enak seusai menangis. Hatiku sedikit merasa lega setelah meluahkannya. Walau aku tak mengatakan apa-apa. . Aku terbangun ternyata hari sudah gelap. Bahkan aku tak menyiapkan makan malam untuk Mas Ridwan.
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai jangan tidur setelah menangis
Baca
+Pustaka
Terjerat Pesona Om-Om

Terjerat Pesona Om-Om

"Baiklah. Jangan berhenti. Menangis sepuasnya. Keluarkan apa yang kamu rasa. Tapi, setelah ini kamu tidak boleh menangis lagi." Ardhan setia mendekap Hara yang terus menangis. Rasa kantuknya hilang sekarang. Ia melihat jam yang menunjukkan pukul setengah dua dini hari. Ia merasa Hara sudah menangis cukup lama. "Hara, sudah, ya. Kita tidur saja sekarang." Hara mendongakkan kepala. Ia melihat jam. Benar juga, ia sudah cukup lama menangis. Ia mengusap air matanya.
107.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai jangan tidur setelah menangis
Baca
+Pustaka
Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

“Balik gimana?” “Ya, lo kerja nggak usah pake softlens. Sampai kantor lo buka, begitu pulang pasang lagi. Trus kalau malam, dilepas kalau dia udah tidur,” sarannya, “lagian lo tidur pasti belakangan. Biasanya ‘kan nggak bisa tidur nyenyak juga.”
1045.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.0K kali sebagai jangan tidur setelah menangis
Baca
+Pustaka
Kekasihku, Jodoh Saudara Kembarku?

Kekasihku, Jodoh Saudara Kembarku?

"Selamat beristirahat dan jangan begadang karena itu enggak baik buat kesehatan." "Iya, Na. Kamu juga istirahat," kata Gema melembut. "Jangan nangis lagi karena tangisan kamu bikin hati aku sakit." "Iya, Gem." Tak ada lagi obrolan, setelahnya Gema memutuskan sambungan telepon dengan Alnaira. Tiba-tiba merasa hampa, itulah yang dia rasakan setelahnya sehingga selain menghela napas kasar, Gema tak tahu harus melakukan apalagi.
63.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai jangan tidur setelah menangis
Baca
+Pustaka
Bolehkah Aku Menangis

Bolehkah Aku Menangis

Penghilatanku sedikit bergerak, tidurku hanya beberapa jam akibat suara-suara semalam. Sejenak aku bersandar di bahu ranjang. Mengusap wajah setengah menguap. Memaksa diri beranjak dari pembaringan untuk membasuh wajah, tangan beserta kaki. Lalu, melaksanakan ibadah. Aku merapikan tempat tidur sebelum keluar menunggu Nona Muda memberi arahan. Perasaanku sedikit tenang, tak ada suara tangisan atau barang jatuh dan berbenturan.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai jangan tidur setelah menangis
Baca
+Pustaka
Tuan Wiratama, Nyonya Savannah Ingin Berpisah

Tuan Wiratama, Nyonya Savannah Ingin Berpisah

Hitung-hitung untuk memulai hadi yang bahagia, ditengah kesedihan yang tidak penting ini. Langkah pertama adalah menyingkirkan jejak tangis semalam. Aku berjalan ke depan cermin dan mendapati mataku masih sedikit sembab. Dengan cepat, aku menuju dapur untuk mengambil es batu, membungkusnya dengan kain, dan mulai mengompres mataku. Sensasi dinginnya membantu mengurangi bengkak sambil menyegarkan pikiranku.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai jangan tidur setelah menangis
Baca
+Pustaka
Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Perangkap Dendam Tuan Miliarder

Berbalik setengah badan. “Jangan tidur terlalu malam,” katanya. “Tubuhmu masih belum pulih.” “Kalau bahumu nyeri,” lanjutnya, “Ada obat di meja dapur. Minum sebelum tidur. Bukan besok." Aku tidak menanggapi. Angela membuka pintu, lalu berhenti sekali lagi. “Oh,” katanya, menoleh. “Dan… jangan lepas arm sling-nya pas tidur. Kau selalu sok kuat, tapi tubuhmu tetap butuh waktu.”
879 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai jangan tidur setelah menangis
Baca
+Pustaka
Suamiku Simpanan Tante-tante

Suamiku Simpanan Tante-tante

Suaranya serak, khas orang baru bangun tidur. Aku mengusap pipi dengan cepat, entah sejak kapan air mataku mengalir. "Jangan begadang, nggak baik. Cepat tidur, Dek. Main hape-nya nanti lagi aja, ya?" Aku bergumam sebagai jawaban, tak lupa dengan mengangguk juga. Takut kalau aku bersuara, justru benteng pertahananku untuk tidak tumpah air bahnya bisa bobol.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 528 kali sebagai jangan tidur setelah menangis
Baca
+Pustaka
DINAR

DINAR

semoga saja raccel baik-baik saja, berharap saat telah pindah ke selatan semua akan jauh lebih baik dinar duduk dari tempat tidurnya dan beranjak ke kamar mandi, sebaiknya dia mandi dulu sebelum tidur, itu akan merilekskan dia hari ini, dan menghilangkan fikiran-fikiran negatif dalam benaknya. **
105.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai jangan tidur setelah menangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status