Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PESONA ISTRI NAKAL CEO

PESONA ISTRI NAKAL CEO

bisiknya pelan, nyaris terseret suara ombak. Reina menoleh, alisnya berkerut lembut. “Mas, kamu bilang apa?” Abian cepat-cepat menguasai ekspresi, senyumnya samar namun penuh arti. “Aku bilang … sunset hari ini cantik banget.” Reina terkekeh, tawa kecilnya menyatu dengan semilir angin laut. Ia kembali bersandar di bahu Abian, matanya memandang langit jingga. “Iya, cantik banget.”
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai janji sunset
Baca
+Pustaka
CATATAN UNTUK SENJA

CATATAN UNTUK SENJA

tanya Devan membuat kening Senja berkerut. "Ja, gue nggak mau lo terpaksa menjalankan perjodohan ini. Gue juga nggak bisa memaksa perasaan lo, kalo memang lo belum bisa melupakan Langit," tambah Devan. Senja menampik genggaman tangan Devan. "Senja yakin, Devan pilihan yang terbaik buat Senja. Dan, perasaan Senja ke Langit itu udah nggak ada. Karena Langit itu cuman teman masa kecilnya Senja, nggak lebih."
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai janji sunset
Baca
+Pustaka
The Sunday Sunflower

The Sunday Sunflower

ujar Gathan, kala memandang vas-vas berisi bunga matahari yang Kinanti letakan di beebagai sudut kamarnya karena Mimi tak lagi membolehkan jendela kamarnya terbuka saat malam. "Sama-sama, Mas," sahut Kinanti, mengikuti arah pandangan Mas Gathan. "Mas Gathan kenapa suka banget sama bunga matahari, sih?" "Karena bunga matahari itu mirip banget sama Fanala." Kinanti tak bertanya siapa itu Fanala, Gathan pun tak berinisiatif menjelaskan. "Mirip gimana, Mas?"
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai janji sunset
Baca
+Pustaka
Terpasung Janji

Terpasung Janji

jawabnya, masih membelakangi Nurmala. "Dia hanya ingin maaf darimu, itu saja. Dan ikhlaskan janji yang pernah dia ucapkan," lanjutnya lagi. Bayangan masa lalu terlintas di benak Raisya. Ia hampir melupakan janji yang telah Zain ikrarkan dulu. Janji akan selalu di samping Raisya untuk menjaganya apapun yang terjadi, meski setelah mati, Zain rela menjadi hantu, candanya kala itu. Tak tanggung-tanggung, janji yang diikrarkannya dengan setetes darahnya juga darah Raisya di atas sebuah batu.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai janji sunset
Baca
+Pustaka
Terjebak Pesonamu (Justin&Athena)

Terjebak Pesonamu (Justin&Athena)

Dan tidak akan pernah mengingkari janjinya. Athena menyandarkan kepalanya di dada bidang Justin. Tatapannya, teralih pada matahari yang mulai terbenam. Kini Justin dan Athena menikmati sunset yang begitu indah di Rambla De Mar.
1028.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 906 kali sebagai janji sunset
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah si Om Suami

Terjerat Gairah si Om Suami

Jena menggeleng cepat. “Nggak boleh. Kita lagi liburan. Mas kan udah janji aku bakal senang.” Abas mengecup puncak kepalanya, pelan. “Kalau kamu sehat… baru aku bisa tenang buat bikin kamu bahagia.” "Nanti sore kita keluar yuk, ada pemandangan sunset yang indah banget di dekat sini," ucap Siska. Jena menoleh, matanya berbinar meski wajahnya masih pucat.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai janji sunset
Baca
+Pustaka
MENJADI ORANG KEDUA

MENJADI ORANG KEDUA

"Papa janji mau liat santet di pantai sama kita." "Iya, papa mau ajak kita jalan-jalan sambil liat santet." "Sunset itu ntar sore tau. Ayo, tidur lagi. Ini masih terlalu gelap," ucap Aji menyerah membetulkan ucapan keduanya. "Tapi aku gak ngantuk." "Iya," tambah Revan tapi menguap dan menular pada Ravan yang membuka mulut merah nan basahnya tak kalah lebar.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai janji sunset
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

Aku mengangkat kepala dan melihat Handoko berdiri dengan wajah ruang di depanku. “Matahari minder pagi ini,” ujarnya sambil menatap langit. “Maksudnya?” Aku menghentikan kening. “Lihat ke atas, matahari saja tak berani menunjukkan sinarnya, sebab ia kalah terang dengan pesonamu, Era.” Astaga, lelaki ini pujangga nyasar mungkin. “Boleh aku duduk sampingmu, Era?” “Tentu saja.” Aku menjawab cepat seraya menggeser badan. “Tempat ini terbuka untuk umum, dan juga bukan milikku. Jadi kamu bebas mau duduk di mana pun.”
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai janji sunset
Baca
+Pustaka
Terlilit Hutang : Dinikahi Pewaris Kejam Nan Tampan

Terlilit Hutang : Dinikahi Pewaris Kejam Nan Tampan

bisik Seiji pada Janette sambil melangkah masuk ke kamar Alin di ikuti Janette. Seiji meminta baki makanan dari tangan Zia dan membawanya ke atas meja kembali. Alin sama sekali tidak berpaling dari tatapannya di luar jendela. "Matahari sore sangat indah. Sky, aku akan menunggumu. Kamu sudah berjanji tidak akan meninggalkanku" gumam Alin lirih. Seiji duduk di samping Alin dan merengku bahunya, membawa wanita itu masuk ke dalam pelukannya.
1028.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 980 kali sebagai janji sunset
Baca
+Pustaka
CEO Galak, Cintai Aku!

CEO Galak, Cintai Aku!

Senyum Mentari mengembang dan dia memejamkan kedua matanya. Ah... ternyata rasanya seperti ini, ketika cintanya terbalaskan. “Kamu liat aja, saya pasti akan meluluhkan hati kakak kamu yang setinggi gunung es itu,” janji Senja. Dia mencium pipi Mentari, kemudian menatap matanya. Seakan ada yang dikomunikasikan oleh mata mereka, kini Senja mendekatkan bibirnya ke bibir Mentari. Dia menciumnya dengan sangat lembut, walau memang ada sedikit permainan bibir di sana. Senja tidak ingin Mentari merasa takut dengan ciumannya, jika dia memaksakan diri untuk mencium bibir kekasihnya itu dengan cukup panas. Seperti yang terjadi di teras rumah Jingga. Senja ingin Mentari tahu melalui ciuman ini bahwa dia
109.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai janji sunset
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status