Sejuta Untuk Sekali Menyusui
"Jangan harap aku memandangmu sebagai istri wahai wanita sialan, gara-gara kamu aku dan kekasihku gagal menikah. Rumah milikku ini, adalah hasil dari tabungan kami berdua. Namun sekarang, malah kamu wanita yang entah darimana asalnya yang mendapatkan. Menjijikkan!"
Kalimat itu membekas dalam ingatan Jihan, berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Meski dibenci sejak awal dinikahi, tetapi Jihan mencoba abai dengan tetap mengabdi sepenuh jiwa. Bangun sebelum subuh, menyiapkan sarapan, menyetrika pakaian suami, bahkan rela meninggalkan pekerjaannya demi menjadi istri penuh waktu.
"Sudah kubilang jangan sok perhatian! Sikap baikmu tak akan merubah pendirianku!"
Bab Populer