Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MY TREASURE

MY TREASURE

Sekali lagi dia melihat pada wanitanya, sebelum akhirnya beranjak dari sana, memastikannya tetap terlelap. “Selamat malam, Chéri, semoga mimpi indah,” bisiknya sebelum benar-benar menutup pintu di belakangnya dengan suara sepelan mungkin. ............... Angin berhembus lembut melalui kisi-kisi jendela yang menghantarkan hawa dingin udara pagi. Gorden kuning keemasan yang membingkainya bergerak lembut, meliuk, membentuk tarian. Sebentar-sebentar bergoyang, dan sebentar kemudian diam. Diana yang sejak tadi memperhatikan gorden-gorden itu dari atas kasurnya hanya menatap hampa tanpa merasa terusik dengan udara dingin yang tanpa disadari membuat tubuhnya kedinginan. Sebuah figura putih tulang m
10107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai journey's end
Baca
+Pustaka
Cinta Terakhir

Cinta Terakhir

Panji menyugar rambut kasar, menendang kursi hingga terbalik. BRAK! Langkahnya berjalan cepat menuju ruangannya di lantai dua. Onky melempar pandangan ke arah Rilla yang dibalas kedikkan bahu oleh wanita itu. “Jatuh cinta dan gila beda tipis. Cinta ini memang kadang-kadang tak ada logika.” ~~~~~~ “Mau ke mana kita?” Mobil berpacu dengan kecepatan tinggi. Mahen masih menekuk wajah, tak menggubris pertanyaan Rena yang ketakutan.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai journey's end
Baca
+Pustaka
Cahaya di Ujung Jalan

Cahaya di Ujung Jalan

Mereka memilih untuk melangkah bersama, menerima bahwa setiap luka adalah bagian dari perjalanan yang membawa mereka ke tempat yang lebih baik. Namun, saat mereka beranjak dari taman, ponsel Sarah kembali berbunyi. Sebuah pesan masuk dengan teks singkat, "[Jangan terlalu percaya, karena cerita belum berakhir.]" Pesan misterius kembali menghantui Sarah, menggoyahkan ketenangan yang baru saja ia temukan bersama Fajar. Siapa yang menginginkan mereka tetap terpisah, dan apa lagi rahasia yang tersembunyi dalam masa lalu?
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai journey's end
Baca
+Pustaka
Malam Terakhir di Singgasana

Malam Terakhir di Singgasana

Matahari terbenam, memenuhi langit dengan cahaya senja. Di senja yang perlahan menyelimuti, lonceng Kuil Dewa Selatan berdentang, bergema di antara pegunungan bersama kicauan burung-burung yang kembali pulang. Lyra perlahan membuka matanya dan melihat sosok tinggi dalam jubah abu-abu-putih, bermandikan cahaya kuning yang hangat, berdiri di depan tempat tidurnya.
984.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai journey's end
Baca
+Pustaka
Cinta di Gerbang Kematian

Cinta di Gerbang Kematian

Feli pun merasa sangat senang saat bisa melihat Papanya tertawa lepas seperti saat ini. TOK TOK TOK Semua orang yang berada di sana menoleh ke arah pintu yang ternyata adalah seorang suster yang memberitahu jika jam besuk telah habis. Aland dan kedua temannya harus segera pergi dari ruangan itu. “Kami pamit terlebih dahulu, Om.” pamit Aland. “Terima kasih karena sudah mau menjenguk saya,” ucap Farhan. “Tentu, Om. Kami pulang dulu!”
680 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai journey's end
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Suatu siang setengah bulan kemudian, aku sudah menetap di sebuah kota kecil di tepi pantai. Aku menjual cincin kawinku dan mendapatkan uang yang cukup banyak. Aku pun menghabiskan hari-hariku dengan menikmati makanan lezat serta pemandangan indah. Beberapa bagian tubuhku sesekali terasa sakit. Aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa bertahan hidup, jadi aku menjalani setiap hari seolah-olah itu adalah hari terakhirku.
12.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai journey's end
Baca
+Pustaka
Journey of Life

Journey of Life

ujar Ardi setelah turun dari pesawat. Ardi dan Jessy kini tiba di sebuah kota yang terkenal dengan pendidikannya yang luar biasa di negara itu. Sekarang mereka berdua sudah dijemput oleh seseorang dari universitas Veulla. Orang yang menjemput mereka berdua itu adalah calon pemimbingnya. Setelah saling berkenalan, Ardi dan Jessy masuk ke dalam mobil laki-laki itu, dan kemudian mereka berangkat. Laki-laki yang bernama Brown tersebut adalah orang yang ramah, dia sangat mudah sekali diajak bercanda oleh Ardi dan Jessy ketika masih dalam perjalanan. Dia memberitahukan kepada Ardi dan Jessy untuk menganggap dia sebagai orang tua kedua mereka di tempat ini, karena dia tau kalau mereka berdua berasa
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai journey's end
Baca
+Pustaka
Happy Ending

Happy Ending

Happy ending 25 Damian melirik lagi sosok tamara yang tertidur begitu pulasnya disofa, tanpa bantal tanpa semulut dan dengan kondisi hamil dimana perutnya sudah sebesar itu. Selama Damian jatuh sakit dan tak bisa berbuat apa – apa, Tamara sudah berjuang untuk merawatnya. Padahal hari – hari sebelumnya mereka adalah manusia yang saling menjauhkan diri dan tidak pernah saling peduli.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai journey's end
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

pekikku histeris. Aku meletakkan tubuh Bah pelan di atas lantai, kemudian aku longgarkan celana dan jasnya. Wajah Bah pucat, setitik air menetes dari sudut matanya. Terasa sangat lama, hingga Bidan Endang datang. Perempuan cantik itu memeriksa Bah. Aku menunggu dengan gelisah, tak sabar ingin tahu, ada apa dengan Bah.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 249 kali sebagai journey's end
Baca
+Pustaka
Thanks For My Happy Ending

Thanks For My Happy Ending

Dia sedang menghitung sisa bintang yang masih bertahan diatas langit yang mendung, sesekali terdengar suara isak tangis yang coba ia tahan, bintangnya satu persatu menghilang tertutup awan gelap diatas sana. Airmatanya pun mengalir tanpa bisa ia cegah bertepatan dengan hitungan terakhir pada bintang yang bertahan. Hujan yang turun seperti ingin menemani airmatanya agar tidak terlihat banyak orang. *** Jaket kulit itu ia eratkan pada tubuh rampingnya, setapak demi setapak jalan dipinggir kota tidak membuat langkahnya lelah, tarikan nafas sudah berulang kali terdengar.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai journey's end
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status