Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kedai Juni & Juli

Kedai Juni & Juli

Maka dari itu, dengan penamaan dekat tanah kosong membuat tempat itu jadi seolah punya nama dan gampang diingat, apalagi jika perlu untuk memberitahu lokasi tempat itu kepada yang lain, lebih mudah. Café Tokyo ternyata hanya meminjam nama saja dan bukan menyajikan masakan Jepang, melainkan masakan Indonesia. Mungkin pemiliknya hanya ingin sensasi saja sehingga memberikan nama Café nya berbeda jauh dengan masakannya. Hadi membalas pesan Putri tidak lama setelah mereka mendapatkan tempat duduk di lantai atas yang kebetulan kosong. Mereka memilih duduk di pojok ruangan supaya lebih nyaman untuk berbicara.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 205 Times as kafe kenangan
Read
+Library
Mahar Lima Puluh Ribu dari Tuan Muda

Mahar Lima Puluh Ribu dari Tuan Muda

Kenzo pun kembali menautkan alisnya tanda tak paham. "Gusti, irup keur lieur-lieur na, balik kampung malah tambah lieur*, tobat, tobat," gerutu Kenzo kembali. (*Tuhan, hidup lagi pusing-pusingnya, pulang kampung malah tambah pusing). Tak lama, Keysa pun kembali ke ruang tamu membawa dua gelas teh manis dan satu kotak susu dan juga beberapa cemilan.
103.6K viewsCompletedAdded to Library 97 Times as kafe kenangan
Read
+Library
I Can See You

I Can See You

Mereka melangkah dengan senyum merekah sembari tertawa sesekali karena candaan satu sama lain, di sepanjang trotoar menuju sebuah kafe. Itu kafe khusus yang menyediakan segala jenis makanan manis. Seperti cake, parfait, permen kapas, es krim, dan masih banyak jenis lainnya di sana. Letaknya sekitar lima belas meter dari tempat Rigel dan Sia tengah berjalan saat ini.
1013.0K viewsCompletedAdded to Library 493 Times as kafe kenangan
Read
+Library
Persimpangan Pilihan

Persimpangan Pilihan

jawab Robby dengan lirih “Hahaha wajah kusut kamu, tuh, nggak bisa di bohongi. Emm, gimana kalau kita lupakan semua dengan minum beer di kafe tenda hitam?” “Kafe tenda hitam?” jawab Robby sambil mengernyitkan dahi, sepertinya ia belum pernah mendengar nama kafe tersebut. “Belum pernah kesana, kan?” Rino memastikan kepada Robby “Belum, malah aku baru mendengarnya darimu” “Oke, kalau gitu kita kesana sekarang”
106.8K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as kafe kenangan
Read
+Library
Rahasia di Ranjang Malam Pertama

Rahasia di Ranjang Malam Pertama

"Kenapa, Kak?" ***
1012.1K viewsCompletedAdded to Library 313 Times as kafe kenangan
Read
+Library
May I Go ? (Indonesia)

May I Go ? (Indonesia)

Kruyuukkk bunyi perutku. Ahh... ternyata mengingat kenangan itu di perlukan tenaga yang banyak. Untuk mengisi kembali tenagaku aku memesan Spaghetti Carbonara dan untuk minuman kali ini adalah Green tea frappe. Sembari menunggu pesananku datang aku menyapu pandanganku ke sekitar. Cafe ini ternyata cukup banyak di minati rupanya. Pengunjungnya berisi para muda mudi yang seperti baru saja dipanah panah asmara, para keluarga yang menikmati liburan mereka, para gadis atau wanita yang berkumpul untuk bergosip, dan mungkin para jomblo seperti ku yang sedang patah hati.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 92 Times as kafe kenangan
Read
+Library
My Husband's Cool President

My Husband's Cool President

Braaaaakkkk Flashback off *** Kemzo bangkit dan segera menghubungi seseorang untuk bertemu di kafe xx, Sesampainya di kafe dia sudah melihat seseorang yang sempat ia hubungi tadi, Dengan langkah tegas Kenzo menghampiri wanita itu dan duduk dihadapan nya. “Ada apa kau memintaku kesini?” tanya Vallery, ya orang yang dihubungi Kenzo tadi adalah Vallery.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as kafe kenangan
Read
+Library
Sadena

Sadena

"Kak Dena ngomong apa?" Ah sial! Ternyata Ken mendengar. "Ah enggak ada." "Ken mau jajan dulu nggak?" tanya Sadena mengalihkan perhatian Ken. "Mau, Ken haus. Pengen minum es coklat." "Oke. Anything for you." "Kita ke Chocolatecafe."
1011.8K viewsCompletedAdded to Library 319 Times as kafe kenangan
Read
+Library
Sekretaris Kumal Idaman Presdir

Sekretaris Kumal Idaman Presdir

Wajah tampan itu terlihat ramah dan bercahaya, bibir tipis itu melukiskan senyum manis yang tanpa sadar mengundang Aldara turut tersenyum. "Saya keponakannya, pak. Hari ini saya yang mengantarkan kue dan jajanan ini," ucap Aldara. Pria itu mengangguk. "Perkenalkan, saya Kenneth. Pemilik cafe ini." Aldara mengangguk hormat, ini pertama kalinya ia berkenalan dengan pria asing setelah kepindahannya ke sini. Sehingga ia harus sangat berhati-hati, karena mau bagaimanapun trauma itu masih ada.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 276 Times as kafe kenangan
Read
+Library
Kontrak Pemikat CEO Dingin

Kontrak Pemikat CEO Dingin

Namun, Ken dengan cepat membelokkan setir mobilnya ke arah lain, membuat Naira sedikit terkejut karena Ken sigap membawanya ke suatu tempat tanpa bertanya lagi ingin kemana. Setengah jam berlalu, Ken membawa Naira pada tempat yang sedikit bergeser dari pusat kota. Ken membawanya turun dari mobil, dan melangkah masuk ke sebuah cafe kecil di pinggir kota. Cafe mini itu cukup untuk beberapa meja, dengan desain yang unik dan lampu-lampu kecil menggantung, menghiasi langit atap cafe. Suasana cafe itupun cukup sepi, hanya satu dua orang yang memesan, lalu pergi membungkus makanannya. Tiba-tiba suara berat seorang pria paruh baya, keluar dari arah dapurnya yang terhalang selembar tirai kain lusuh,
102.2K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as kafe kenangan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status