Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Koma

Koma

Awas kalau nanti ketemu bakal jadi ayam geprek dia (paling omong doang). Aku memandangi lukisanku, seorang anak perempuan kecil dengan gaun plokadot merah terlihat lahap memakan awan besar yang ia duduki, ditambah pelangi diatasnya. Kurasa lukisanku biasa aja, enggak ada yang aneh atau lucu. Lalu kenapa si Oja ketawa? 
102.8K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as kafe sawah
Read
+Library
Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Pengantin Pengganti untuk Presdir Lumpuh

Cocoa Cafe, Korean Food. 11.30 AM Melissa mendorong kursi roda milik Erlangga memasuki kafe. Melissa mengamati seluruh interior kafe dengan wajah berdecak kagum. Erlangga mendongakkan kepalanya sedikit menatap Melissa, dia tersenyum mengejek melihat decak kagum di wajah gadis itu. “Aku tidak tahu di Seoul ada tempat seperti ini,” ucap Melissa.
918.0K viewsOn holdAdded to Library 612 Times as kafe sawah
Read
+Library
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Ada satu notifikasi yang membuat bibirnya mengembangkan senyum hingga barisan gigi yang rapi dan putih terpajang menawan. “Kafe Jasmine,” kata Sagara membaca alamat sebuah kafe yang diberikan oleh agensi mata-mata yang ia sewa.
107.6K viewsOngoingAdded to Library 213 Times as kafe sawah
Read
+Library
Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

"Ya, cepat antarkan aku ke kafe kemarin." "Baik." Sawyer langsung mengendarai mobilnya menuju ke arah kafe kemarin Kaila kunjungi. Dua puluh menit menempuh perjalanan, akhirnya Kaila sampai kafe dan langsung berlari masuk. Kaila masuk kafe dan melihat Riki sudah melambaikan tangannya. "Ya ampun, kesiangan. Sorry," ujar Kaila tak enak hati.
1014.4K viewsOngoingAdded to Library 344 Times as kafe sawah
Read
+Library
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

sahut Jiao Fang membuat Bara tertawa. "Kau masih begitu peduli padanya. Padahal, aku mengira kalian ini tidak akur sama sekali." kata Bara sambil menuang teh dari teko kaca ke cangkir kecil yang ada di depan Jiao Fang. Dia pun mempersilahkan wanita cantik itu untuk meminum suguhan darinya. Teh yang dia dapatkan saat berada di Tanah Jawa beberapa waktu yang lalu. Tanpa ragu, Jiao Fang meminum teh tersebut beberapa seruputan. Setelah itu dia pun menghela napas dan mulai menceritakan perihal Mata Istimewa miliknya.
8.962.9K viewsOngoingAdded to Library 2.4K Times as kafe sawah
Read
+Library
KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

Slide berganti. Layar menampilkan foto punggung seorang petani kopi di pegunungan dengan keranjang penuh buah kopi. “KOPI DENGAN TUJUAN.” From Farmer to Cup. Dita dan Reno langsung menunduk terharu. Mereka tahu, ini bukan lagi sekadar kafe. Aksa melanjutkan. “Konsep kafe kami bukan hanya soal rasa kopi… tapi tentang dampak dari setiap cangkir kopi yang kita minum.”
105.6K viewsOngoingAdded to Library 218 Times as kafe sawah
Read
+Library
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Mereka pun tiba di Kahve Cafe milik Daniel yang dikelola oleh Daniel secara langsung dan sesekali dibantu oleh Raja. Daniel memarkirkan mobilnya dengan hati-hati di pelataran cafe. Ia keluar lebih dulu dari dalam mobil diikuti Salwa yang berada di belakangnya. “Woah, ramai sekali!” gumam Salwa takjub saat melihat cafe milik Daniel yang sudah mengalami banyak perubahan. Mulai dari bangunan yang semakin mewah dan indah. Pun, penataan meja-meja outdoor untuk nongkrong terlihat sangat cozy. Terlihat ada banyak mahasiswa yang nongkrong di sana sembari mengerjakan tugas kuliah. Ada banyak laptop yang tergolek di atas meja.
10147.4K viewsCompletedAdded to Library 4.0K Times as kafe sawah
Read
+Library
Di Sudut Memori

Di Sudut Memori

Kafe tempat kami bertemu terletak tidak jauh dari rumahku. Ada perasaan was-was kalau ibu sampai tahu. Letaknya di pinggir jalan Kebo Iwa. Berbeda dengan tempat kami biasanya bertemu, di sini sedikit lebih bising dan ramai pengunjung. Aku cukup menyukai salad yang dijual. Kami duduk pada meja di tengah ruangan. Dengan adanya patung ukiran kayu seorang petani memanggul cangkul.
104.4K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as kafe sawah
Read
+Library
Mayat di Balik Plafon

Mayat di Balik Plafon

sergah Adhisti sembari mengenakan sabuk pengamannya. “Ya coba deh lo pikir, lo keluar dari pagi buat pemeriksaan terus sampe siang nyaris sore gini lo tetep betah di warkop? Aneh, Dhis! Dan satu-satunya kafe yang cukup menarik menurut gue ya Cafe Brilian. Dengan begitu Rafa akan sedikit nggak curiga sama lo!” papar Abbiyya sambil memutar stir mobilnya usai selesai menautkan sabut pengaman.
8.718.2K viewsCompletedAdded to Library 691 Times as kafe sawah
Read
+Library
Deceitful Love

Deceitful Love

pekik Meity, ia berjalan melengang masuk ke sebuah kafe strawberi. "Kau mau ke mana? Kita ke kebunnya bukan mau ngafe." Rosa menarik tas bahu Meity, hingga tubuh kecilnya terseret. "Sabar napa, Ros?" keluh Meity, membenahi tas bahunya yang nyaris putus akibat tarikan sekuat tenaga dari Rosa. Mereka menemui pemilik perkebunan strawberi. Pemilik perkebunan beserta kafe strawberi itu bernama Anggara, bukan asli orang Bandung. Ia berasal dari Jakarta berdarah Jawa.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as kafe sawah
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status