Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Ada satu notifikasi yang membuat bibirnya mengembangkan senyum hingga barisan gigi yang rapi dan putih terpajang menawan. “Kafe Jasmine,” kata Sagara membaca alamat sebuah kafe yang diberikan oleh agensi mata-mata yang ia sewa.
107.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 209 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

Berawal Dari Terpaksa, Berakhir Saling Mencinta

"Ya, cepat antarkan aku ke kafe kemarin." "Baik." Sawyer langsung mengendarai mobilnya menuju ke arah kafe kemarin Kaila kunjungi. Dua puluh menit menempuh perjalanan, akhirnya Kaila sampai kafe dan langsung berlari masuk. Kaila masuk kafe dan melihat Riki sudah melambaikan tangannya. "Ya ampun, kesiangan. Sorry," ujar Kaila tak enak hati.
1013.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Geger Kahyangan

Geger Kahyangan

sahut Jiao Fang membuat Bara tertawa. "Kau masih begitu peduli padanya. Padahal, aku mengira kalian ini tidak akur sama sekali." kata Bara sambil menuang teh dari teko kaca ke cangkir kecil yang ada di depan Jiao Fang. Dia pun mempersilahkan wanita cantik itu untuk meminum suguhan darinya. Teh yang dia dapatkan saat berada di Tanah Jawa beberapa waktu yang lalu. Tanpa ragu, Jiao Fang meminum teh tersebut beberapa seruputan. Setelah itu dia pun menghela napas dan mulai menceritakan perihal Mata Istimewa miliknya.
8.961.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

KEMBALINYA SANG PEWARIS TRILIUNER

Slide berganti. Layar menampilkan foto punggung seorang petani kopi di pegunungan dengan keranjang penuh buah kopi. “KOPI DENGAN TUJUAN.” From Farmer to Cup. Dita dan Reno langsung menunduk terharu. Mereka tahu, ini bukan lagi sekadar kafe. Aksa melanjutkan. “Konsep kafe kami bukan hanya soal rasa kopi… tapi tentang dampak dari setiap cangkir kopi yang kita minum.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Mereka pun tiba di Kahve Cafe milik Daniel yang dikelola oleh Daniel secara langsung dan sesekali dibantu oleh Raja. Daniel memarkirkan mobilnya dengan hati-hati di pelataran cafe. Ia keluar lebih dulu dari dalam mobil diikuti Salwa yang berada di belakangnya. “Woah, ramai sekali!” gumam Salwa takjub saat melihat cafe milik Daniel yang sudah mengalami banyak perubahan. Mulai dari bangunan yang semakin mewah dan indah. Pun, penataan meja-meja outdoor untuk nongkrong terlihat sangat cozy. Terlihat ada banyak mahasiswa yang nongkrong di sana sembari mengerjakan tugas kuliah. Ada banyak laptop yang tergolek di atas meja.
10146.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

PESONA SUAMIKU YANG TAK PERNAH MEMILIHKU

Sepi, membuatnya terasa damai. Qale melangkah ke pintu belakang yang terbuka dan menemukan Wafa sudah duduk di teras, ditemani teh hangat dan sepiring nasi putih lengkap dengan telur ceplok, tempe mendoan dan sambal kecap. Di sudut halaman, sopir Wafa tampak memanen kelengkeng dan sawo dari pohon. Suasana pagi itu begitu damai … seperti kehidupan yang dia impikan kelak.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Di Sudut Memori

Di Sudut Memori

Kafe tempat kami bertemu terletak tidak jauh dari rumahku. Ada perasaan was-was kalau ibu sampai tahu. Letaknya di pinggir jalan Kebo Iwa. Berbeda dengan tempat kami biasanya bertemu, di sini sedikit lebih bising dan ramai pengunjung. Aku cukup menyukai salad yang dijual. Kami duduk pada meja di tengah ruangan. Dengan adanya patung ukiran kayu seorang petani memanggul cangkul.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Mayat di Balik Plafon

Mayat di Balik Plafon

sergah Adhisti sembari mengenakan sabuk pengamannya. “Ya coba deh lo pikir, lo keluar dari pagi buat pemeriksaan terus sampe siang nyaris sore gini lo tetep betah di warkop? Aneh, Dhis! Dan satu-satunya kafe yang cukup menarik menurut gue ya Cafe Brilian. Dengan begitu Rafa akan sedikit nggak curiga sama lo!” papar Abbiyya sambil memutar stir mobilnya usai selesai menautkan sabut pengaman.
8.718.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 683 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Deceitful Love

Deceitful Love

pekik Meity, ia berjalan melengang masuk ke sebuah kafe strawberi. "Kau mau ke mana? Kita ke kebunnya bukan mau ngafe." Rosa menarik tas bahu Meity, hingga tubuh kecilnya terseret. "Sabar napa, Ros?" keluh Meity, membenahi tas bahunya yang nyaris putus akibat tarikan sekuat tenaga dari Rosa. Mereka menemui pemilik perkebunan strawberi. Pemilik perkebunan beserta kafe strawberi itu bernama Anggara, bukan asli orang Bandung. Ia berasal dari Jakarta berdarah Jawa.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai kafe sawah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status