KAIN PENGLARIS
Andien Adzkadina pap di warungwarung depan rumahwarung rahmapintu warung kayu
Kalung yang menggantung di lehernya terdiri dari cakar, tulang kecil, dan serpihan kain hitam yang terlihat seperti telah direndam dalam sesuatu yang gelap.
Namanya Ki Darma Wijaya.
Dukun terakhir yang pernah berhubungan langsung dengan asal-usul kain itu.
“Kau… tidak seharusnya kembali,” suara dalam kain itu bergema, berat dan serak seperti dua suara berbicara bersamaan.
Ki Darma hanya tersenyum miring. “Dan kau… tidak seharusnya berkeliaran, Kain Terlarang.”
Kain itu menggeliat, membesar, seolah marah karena dipanggil dengan nama itu. Dari permukaannya, puluhan tangan kurus muncul, meraih udara seperti berusaha mematahkan leher Ki Darma.
人気のチャプター