Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hampir Dijebak Teman

Hampir Dijebak Teman

"Paman, aku gatal sekali. Ayah sedang keluar, tolong garukkan pakai sumpit." Di meja makan itu, putri temanku tampaknya terlalu banyak menyantap tiram. Akibat gejolak hormon yang tidak stabil, gairahnya melonjak drastis. Dia mengenakan rok mini, kedua tungkai kakinya yang mulus terbuka ke arahku, memamerkan celana dalam putih yang menggoda. Sudah bertahun-tahun aku hidup tanpa wanita. Begitu melihat area sensitif gadis muda itu yang sedikit mencekung, darahku langsung berdesir hebat. Aku membuka resleting celana, mengeluarkan milikku, lalu menggoyangkannya di hadapannya. "Apa enaknya pakai sumpit? Pakai punyaku saja untuk menggaruknya."
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai kain celana
Baca
+Pustaka
Pelatih Yang Mencuri Hatiku

Pelatih Yang Mencuri Hatiku

“Jangan, hm… tubuhku ini milik suamiku.” Di tempat gym, aku menyewa seorang pelatih pribadi untuk melatih otot bokong agar lebih kencang. Demi menonjolkan bentuk tubuh yang lebih maksimal, aku hanya mengenakan rok mini berwarna merah muda yang tipis, hingga samar-samar memperlihatkan celana dalam putihku. Diriku yang memang sensitif ini langsung merasa gemetar saat pelatih itu tiba-tiba menyingkap rok pendekku dan menyentuh bagian bokongku Seketika, sekujur tubuhku terasa bergejolak tak karuan. Melihat reaksiku, pelatih itu dengan sigap menarik celana dalamku yang sudah basah. “Rasanya geli sekali, ya? Biar kutenangkan, ya.” ….
14.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai kain celana
Baca
+Pustaka
Suhu Tubuh si Primadona Kampus

Suhu Tubuh si Primadona Kampus

“Aku tidak memakai celana dalam.” Saat teman sebangku yang cantik itu menyelipkan kertas ini ke tanganku, jantungku langsung berdebar kencang. Tak lama kemudian, dia memberikan kertas kedua. “Mulutku ingin memasukkan sesuatu … apa kamu ada saran?”
1.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kain celana
Baca
+Pustaka
Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan

Noda Merah di Hari Jadi Pernikahan

Paramitha Chandani terbuai dengan sentuhan panas yang membangkitkan gairah, di malam hari pernikahannya yang keempat. Dalam alam bawah sadarnya, Mitha menganggap dia sedang bermimpi melakukan hubungan panas dengan suami tercintanya. Namun, betapa terkejutnya Mitha saat ia terbangun dan mendapati Cakra—sang adik ipar tidur bersamanya. Kondisi itu diperparah, ketika pada tubuh mereka tidak ada sehelai kain pun yang menempel. Sebenarnya apa yang terjadi di antara Mitha dan sang adik ipar? Terlebih Mitha dan Cakra sadar, bahwa terdapat noda merah di atas kain putih yang semalam mereka pakai bersama.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai kain celana
Baca
+Pustaka
Noda di Balik Cadar Aluna

Noda di Balik Cadar Aluna

Mata Aluna terbelalak melihat tubuhnya tertutup selimut tanpa sehelai pakaian pun di atas ranjang hotel. Air matanya mengalir, dadanya terasa sesak, bahkan rasanya sulit untuk bernapas. Hari ini, kehormatan yang ia jaga selama dua puluh tiga tahun musnah begitu saja. Gadis bermata bulat itu mengambil selembar kain hitam penutup wajahnya. Ia meremas kain itu kuat-kuat, Aluna tidak tahu apa yang harus ia katakan kepada kedua orang tuanya dan calon suaminya nanti. Dengan langkah gontai, Aluna berjalan menuju balkon hotel, tangannya mencengkeram erat pagar besi setinggi dada orang dewasa. Ia pun memejamkan mata, memantapkan diri untuk menyudahi segalanya. Apakah Aluna akan menyerah? Yuk, baca kisah selanjutanya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai kain celana
Baca
+Pustaka
Terjebak di Dimensi Lain

Terjebak di Dimensi Lain

Nabila
Jendela rumahku gemetar oleh kekuatan guntur yang bergemuruh di langit. Petir menyambar di kejauhan, menerangi malam. Dalam momen kecil itu, beberapa detik cahaya yang membutakan mata menampilkan sosok pria yang berdiri di luar jendelaku. Memperhatikanku. Selalu memperhatikanku. Aku menjalani rutinitas, seperti yang selalu kulakukan. Jantungku berdegup kencang dan berdetak tidak teratur, napasku menjadi dangkal, dan tangan-tanganku menjadi lembab. Tidak peduli berapa kali aku melihatnya, dia selalu menimbulkan reaksi yang sama dariku. Ketakutan, Dan kegembiraan. Aku tidak tahu mengapa hal itu membuatku merasa gembira. Ada yang salah dengan diriku. Tidak normal bagi panas cairan untuk mengalir dalam pembuluh darahku, meninggalkan sensasi terbakar di belakangnya. Tidak biasa bagi pikiranku untuk mulai merenung tentang hal-hal yang seharusnya tidak aku pikirkan. Apakah dia bisa melihatku sekarang? Mengenakan hanya atasan tipis, puting susuku menonjol melalui kain? Atau celana pendek yang kupakai yang hampir tidak menutupi pantatku? Apakah dia suka pemandangan ini? Tentu saja dia suka. Itulah mengapa dia memperhatikanku, bukan begitu? Itulah mengapa dia kembali setiap malam, semakin berani dengan tatapannya sementara aku diam-diam menantangnya. Berharap dia mendekat, sehingga aku punya alasan untuk menempelkan pisau ke lehernya. Sejujurnya, aku takut padanya. Sungguh takut. Tapi pria yang berdiri di luar jendelaku membuatku merasa seolah-olah aku duduk di dalam ruangan gelap, satu lampu menyala dari televisi di mana film horor diputar di layar. Itu sangat menakutkan, dan yang aku inginkan hanyalah bersembunyi, tetapi ada bagian dari diriku yang membuatku tetap diam, membuka diri pada ketakutan. Menemukan sensasi kecil dari situ. Sekarang kembali gelap, dan petir menyambar di daerah yang lebih jauh.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai kain celana
Baca
+Pustaka
Rahasia Gelap Sang Kekasih

Rahasia Gelap Sang Kekasih

Larut malam, aku terbangun karena sebuah pesan yang masuk ke ponselku. Sahabatku mengirimkan sebuah video. Wanita dalam video itu mengenakan gaun tipis yang ketat, melenggokkan pinggulnya dengan anggun, sesekali sedikit membungkuk. Samar-samar terlihat warna ungu dari balik gaunnya. Melihat itu, pikiranku langsung melayang-layang. Hingga diriku melihat celana dalam yang persis di pakai oleh pacarku.
8.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 315 kali sebagai kain celana
Baca
+Pustaka
Kakakku Bukan Kakakku

Kakakku Bukan Kakakku

"Tidak, tiga terlalu banyak, aku bakal kapok..." Dua teman sekelas kakakku dari sekolah khusus olahraga mengangkat kakiku, satu di kiri dan satu di kanan, lalu menggantungku di udara, mereka meremas bokongku yang montok. Ada teman lainnya di depanku, suaranya agak serak. "Gadis lemah sepertimu harus dilatih dengan keras." Sambil berkata demikian, dia merobek celana dalamku yang sudah basah...
11.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai kain celana
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta

Hasrat Terpendam di Gerbong Tidur Kereta

"Ada Paman di sini, untuk apa kamu butuh mainan? Sini, aku akan memuaskanmu." Mencium aroma para pekerja konstruksi di gerbong tidur kereta, gairahku kambuh sampai celana dalamku basah kuyup. Dengan terpaksa, aku memiilih memuaskan diriku sendiri. Namun, aku malah tertangkap basah dan Paman mengangkat selimutku sambil menatapku dengan napas tertahan.
98.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai kain celana
Baca
+Pustaka
Meninggalkan Orang yang Kucintai Sejak Masa Mudaku

Meninggalkan Orang yang Kucintai Sejak Masa Mudaku

Saat aku bangun dari tempat tidur Ashton, dia dengan malas menyerahkan celana dalam kepadaku dan berkata, "Aku sudah ganti kata sandi pintu. Kelak, jangan datang lagi kecuali benar-benar perlu." Aku terkejut dan secara naluriah bertanya, "Kenapa?" Dia tersenyum sambil menjawab, "Dia setuju untuk jadi pacarku kemarin. Aku takut dia melihatmu dan akan marah. Aku sudah mengejarnya begitu lama."
5.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai kain celana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
8
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status