KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Kalaupun aku menjanda, aku takkan mau sama dia,“ ucapku sambil tersenyum tipis.
“Kenapa?“ tanyanya sewot.
“Dia buaya! Udah ah, aku mau masuk. Bye, Meera,“ jawabku sambil berlari kecil meninggalkannya.
**
Ucapan Aric tadi, terus terngiang-ngiang di telinga. Membuat fokusku terpecah. Beberapa kali aku hampir tak mendengar apa yang dikatakan pengunjung. Di saat tengah melayani pengunjung di ruang khusus kain lace, terdengar keributan di pintu masuk utama.
Namun meski rasa penasaran melanda, aku berusaha fokus melayani. Hingga beberapa menit kemudian, Gita menghampiri dengan tergopoh-gopoh.
Hot Chapters