Dermaga Kala
Ah, intinya jalan raya di komplek dan jalan raya betulan itu beda.
“Waw, ganteng banget, nih, yang lagi olahraga. Sampai keringetan begitu, Mas.”
Adimas menengok ke arah sumber suara, ia mengernyit seakan ia tidak suka dipanggil dengan panggilan itu, “Jangan panggil aku kayak gitu, Kal. Geli.”
Kala tertawa kecil, “Kamu dipanggil Mas sama teman kantormu biasa aja tuh.” Ia membela diri. Seingat Kala memang seperti itu.
Hot Chapters