Cinta dalam Balutan Doa
Arni langsung duduk dari berbaringnya.
"Astaghfirullah ... Kenapa wajah Gus Afnan melintas di pikiranku. Tak seharusnya aku memikirkannya. Sadar Arni, kamu masih bocah, dan jangan pernah mengkhayalkan ataupun memimpikan sesuatu yang tidak mungkin kamu capai, kamu dan Gus Afnan bagai langit dan bumi, kamu hanya gadis biasa, dari keluarga biasa yang hanya bercita-cita menjadi gadis yang luar biasa, bisa membanggakan keluarga dengan kemampuanmu, sedangkan Gus Afnan adalah putra kiyai terkenal, penerus pondok pesantren terbesar. Lagian tidak mungkin Gus Afnan menaruh hati pada santrinya, apalagi santri macam diriku. Tidak cantik, tidak pula kaya dan tidak juga pintar," lirihnya bermonolog.