Menantu Tak Diharapkan
Karena jalan menurun, dan baru kali ini Cakra melewatinya, ia bahkan merangkak melewatinya.
"Licin banget," Gerutunya, sambil menggerakkan kaki sesuai dengan yang dilakukan Lidya di depannya. Ia harus pandai memilih jalan mana yang aman untuk dipijak.
"Yah. Beginilah kampung kami, Mas. Pengerasan jalan sampai sekarang belum mau melirik kondisi di tempat ini. Beruntungnya, ada lapangan kerja buat kami semua. Kalau dulu, kami semua cuma buruh tani yang kadang kerja. Kadang enggak, karena nggak ada yang dikerjakan," Beber Lidya sambil terus menapaki jalan licin itu.
Chapitres populaires