KUBELI KESOMBONGAN IPARKU
Kami berangkat bertiga, Mbok Marni sebagai petunjuk jalan dengan celotehan yang menurutku sangat nyaring di telinga, tapi ini keseruan saat aku memboncengi dua orang sekaligus, berharap tidak kena tilang polisi di jalan.
"Mbok, kalau ada polisi gimana? Mbok turun ya," ucapku sambil berteriak, ini suatu candaan untuknya, padahal aku tahu ini wilayah perkampungan jadi tidak mungkin ada polisi.
"Mbok sudah tua toh, Mbak, siapa namanya Lan, Mbok lupa," sahut Mbok Marni malah menanyakan namaku.
"Nilam, Mbok." Aku yang menjawabnya karena seru bicara dengannya. Ingat Mbok Sumi di rumah.