Kamu Hanya Beban, Mati Saja
Punggung tanganku dipenuhi bekas luka, bekas putung rokok yang dibakar, setrika panas, dan luka tusukan baru yang masih berdarah akibat sepatu hak Maura.
“Untuk lunasi utang tebusan, untuk hindari pembunuh bayaran, aku sampai nggak berani tidur nyenyak satu malam pun.”
“Aku cuci uang kotor di kawasan kumuh, di sana suara tembakan adalah hal biasa.”
“Ketika seorang penjudi curang jepit tanganku ke meja dan bakar itu dengan cerutu, aku tetap harus senyum dan bagikan kartu, bahkan saat darah mengalir.”
Hot Chapters