Gairah Sopir dan Majikan
Pintunya terbuka perlahan, memperlihatkan sesosok pria yang sangat mereka kenal.
Hendra. Pengacara itu turun dengan tangan terangkat, namun senyumnya tetap dingin. "Sudah saya bilang, nisan di Jakarta itu bohong. Dan sekarang, Macan yang asli sedang menunggu kalian di rumah Kaliurang. Dia sudah sadar sepenuhnya, Arya. Dan dia ingin melihat siapa di antara kalian yang layak memegang kunci Marunda."
***