Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bittersweet Revenge

Bittersweet Revenge

“Sudah.” “Masuk ke gang, Pak,” ujar Ken. “Kosannya ada di sebelah kanan, setelah rumah kelima. Di sana kosan bebas, jadi Bapak masuk aja. Naik di tangga sebelah kiri, lantai dua kamar nomor tiga.”
10120.2K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as kasur nomor 3
Show Reviews (52)
Read
+Library
App Putri Chinar
awalnya mau baca takut karna gambar sampulnya serem.ada ularnya.eehhh giliran baca rasanya candu banget,bikin penasaran,bikin deg2an. sukses selalu kak kanietha.salah satu othor kebanggaan ku sekarang ini...
Naniek
Awalnya cerita ini bagus.. tp lama2 kok spt diulur2 aja. Lbh baik segera diakhiri dan bikin cerita baru. Sebuah cerita ndak hrs panjang, Gak sampe 100 episode pun kalo ceritanya bagus, padat dan tdk bertele2 justru akan dikenang bahkan bisa dibaca berkali2 meskipun udh tamat.
Read All Reviews
Tarif Cinta Sang Pria Perkasa

Tarif Cinta Sang Pria Perkasa

' Dia langsung balik menatap muka Aluna lagi sebelum ketahuan. “Kamarnya nomor berapa?” tanya Aarick, mencoba untuk mengalihkan pembicaraan sama isi kepalanya sendiri. “U-36,” jawab Aluna. Dia menunduk mengeluarkan tiket dari tas selempang. Posisi menunduk begitu membuat kerah kausnya melorot sedikit.
10910 viewsCompletedAdded to Library 19 Times as kasur nomor 3
Read
+Library
Suami Penggantiku Kakak Iparku

Suami Penggantiku Kakak Iparku

Sadewa menuju kearah resepsionis untuk memesan tiga kamar, untuk dirinya sendiri, Mamanya dan Naysila bersama Anjar. Setelah menerima kunci Sadewa mengajak Mama dan Ibu serta Adik Layla. Kamar mereka berderetan. Nomor 106 kamar Sadewa, 107 kamar Naysila dan Anjar, sedangkan Indri menempati kamar nomor 108. "Bu Indri, hotelnya bagus, pasti mahal kan? Aduh ... saya jadi enggak enak hati Bu!" ucap Anjar kepada Indri.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as kasur nomor 3
Read
+Library
lantai tiga belas

lantai tiga belas

Tring… Tring… Sinta terlonjak. Ia meraih gagang telepon. “Halo, UGD?” Tak ada suara. “Halo?” Lalu terdengar suara perempuan. Pelan, serak, dan nyaris tak terdengar. “Tolong… ke lantai tiga belas… kamar 1313… pasiennya pendarahan…” Klik. Telepon mati.
1.4K viewsCompletedAdded to Library 32 Times as kasur nomor 3
Read
+Library
Rumah Kos Berhantu

Rumah Kos Berhantu

sahut Dito. “Nomor rumah sebelumnya berapa?” tanya Jaya penasaran. “Nomor 13. Karena dianggap membawa sial, jadi rumah 103,” sahut ibu penjaga warung makan. “Oh, pantas saja! aku sempat bingung dan berpikir mengapa nomor rumahnya berbeda dari rumah di dekatnya? Aku sempat mengira bahwa di kampung ini membuat penomoran rumah dengan berantakan. Tapi setelah diamati lagi, cuma rumah kos aku yang memang berbeda nomornya. Akhirnya aku menduga bahwa Rumah Kos 103 hanyalah sebuah nama seperti nama sebuah penginapan atau semacamnya, bukan sebuah nomor urut,” sahut Virza.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 90 Times as kasur nomor 3
Read
+Library
Membuatmu Jatuh Cinta Lagi

Membuatmu Jatuh Cinta Lagi

Sayang sekali kedatangan Adisti ke kota ini bukan dalam rangka liburan. Maka, setelah mengucapkan terima kasih pada Kyro, Adisti meluncur masuk ke hotel. Langkahnya berbelok menuju tangga kala melihat antrean panjang di depan lift. Napasnya agak terengah begitu tiba di lantai tiga, tetapi jaraknya dengan Gumilar sudah dekat. “Kamar nomor 317,” gumam Adisti sembari mencari ruangan yang ditempati ayahnya. Kala menemukan pintu dengan nomor tersebut, tangannya bersiap mengetuk.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 88 Times as kasur nomor 3
Read
+Library
Ternoda sebelum Malam Pertama

Ternoda sebelum Malam Pertama

Aishwa menyahut sambil tetap berjalan. "Waalaikum lsalam. Tolong beritahu kami nomor kamar abah." "Beliau masih koma, kamarnya ada di lantai tiga." Suara Indra terdengar dari ujung telepon. Mendengar itu, Aishwa memutar haluan, dan memberi isyarat pada Faqih yang berada jauh di belakangnya. Sedang Alhesa mengikuti begitu saja.
1023.8K viewsCompletedAdded to Library 665 Times as kasur nomor 3
Read
+Library
Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Just Friend (Trilogi Just, Seri-1)

Aku langsung mengirimkan pesan dan mengatakan sudah berada di bawah. Inez: Naik aja ke atas. Lantai dua kamar nomor tiga sebelah kanan dari ujung. Kening berkerut saat membaca pesan darinya. Kenapa aku disuruh naik? Apa dia masih belum bersiap-siap ya?
1010.8K viewsCompletedAdded to Library 389 Times as kasur nomor 3
Read
+Library
Dekapan Hangat Tiga Pria

Dekapan Hangat Tiga Pria

“Saya juga menginap di lantai ini.” “Memangnya kamar Mas di mana?” tanya Sasqia penasaran. Tanpa banyak bicara, Tristan menganggukkan kepala ke arah sebuah pintu yang berada dua kamar setelah kamar Sasqia. “Kamar 309.” Sasqia mengikuti arah pandang pria itu. “Oh …,” ia tersenyum kecil, sedikit merasa malu karena salah paham. “Kirain Mas sengaja nganterin saya.”
1069.4K viewsOngoingAdded to Library 2.3K Times as kasur nomor 3
Read
+Library
I'am Not Cinderella

I'am Not Cinderella

Ting! Pintu lift terbuka saat mereka sudah sampai di lantai tiga, ketiganya lekas keluar dan mencari kamar dengan nomor 345 seperti apa yang dikatakan sang resepsionis tadi. "Coba kita cari ke sebelah sini Jule," ajak Marsha sembari menunjuk jalan ketika mereka ada di koridor yang bercabang. Julea mengangguk, dia menurut. Mereka amat tergesa-gesa, apalagi saat nomor kamar sudah semakin dekat dengan tujuan.
106.8K viewsCompletedAdded to Library 264 Times as kasur nomor 3
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status