Terpaksa Menikahi Atasanku
Ia mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Sagara, kata-kata yang terdengar sederhana, tapi terasa begitu dalam.
“Manusia itu berproses,” lanjut Sagara lembut. “Menerima, melangkah, memaafkan, dan mengikhlaskan… semuanya butuh waktu. Kadang cepat, kadang lambat. Tapi yang penting, kita tetap melangkah maju meskipun pelan.”
Ia berhenti sejenak, lalu menarik napas pelan sebelum melanjutkan, “Sebelum saya menikahi kamu, Papa sudah cerita banyak tentang kamu. Tentang Mama, tentang keluarga kamu, tentang apa yang kamu alami.”
Sikat na Kabanata