Suamiku Jadul
Akan tetapi dia beralasan trauma, itu yang membuat orang tetap percaya.
Butet maju ke depan.
"Bapak-bapak ibu-ibu, ada semboyan, berani' karena benar, takut karena salah, lihat ini ustadz kita, dia berani berdiri di sini, karena memang dia tidak bersalah. Terus Kak Ika, kenapa tidak berani datang? karena dia bersalah," kata Butet.
"Salah dan benar tidak sesederhana itu, Butet, jika begitu ukuran salah benar, orang penakut akan selalu salah, orang pemberani akan selalu benar," kata Pak Ruslan-sesepuh desa Sawit Nauli.