여기 kata kata mau tidur와 관련된 100개의 소설이 있습니다. 일반적으로 kata kata mau tidur와 같은 이야기는 Rumah Tangga, Romansa 및 Young Adult 등의 다양한 종류에서 만나볼 수 있습니다. GoodNovel에서 Suami Wasiat Kakek 부터 시작해보세요!
tanya Katarina dengan ragu.
“Menurutmu apa yang akan kita lakukan di siang hari seperti ini? Kita sama-sama lelah, Kata,” bisik Rafka pelan.
“Lebih baik kita tidur saja, Mas. Nanti malam kan kita akan jalan-jalan di Malioboro,” ucap Katarina malu-malu.
Ternyata mau setampan apa pun, dimana-mana lelaki sama saja modusnya.
Seringai tipis namun jahil pun terlukis di wajah rupawan yang menatap Katya sambil memiringkan kepalanya ke satu sisi.
"Kenapa?" ucapnya sambil menahan tawa geli melihat wajah Katya yang merona jingga, mungkin karena kesal. Atau malah karena malu?
"Ini cuma tiduran, Katya. Santai saja, saya nggak akan tidurin kamu beneran, kok. Yaa~ kecuali kamu yang minta."
Tanya Bayu yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang dan melihat Katerina melangkah mendekat dan duduk di sampingnya.
"Sudah. Sekarang aku ngantuk banget, mungkin capek karena keliling Mall." Balas Katerina dengan kekehan di akhir.
"Ya sudah, ayo tidur." Ajak Bayu sambil membawa tubuh mereka untuk berbaring.
Adduuhhh... jujur THOORRRR kalo karakter cowo nya modelan Bayu gini CELAMITAN KEMALUAN NYA.....!!!!
Duuuhhhh... Jaga kesehatan READERS biar TETEP WARAS...
Kalo masalalu ga masalah ya mau Making love Bercinta tiap hari sama Pacarnya dulu,
Tapi skrg posisinya Bayu udah NIKAH...!!
KASIH AZAB BUAT BAYU
Dandelion
Hallo
Aku ingin mengucapkan terima kasih untuk semuanya yg sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita ini, itu benar-benar berarti untuk aku. Semoga kalian juga berkenan untuk memberikan ulasan, komentar, saran, kritik yg membangun atau dukungan yg lainnya.........
Sehat selalu ya, kalian.
“Iya. Sekarang sudah malam, Mas! Tidurlah.”
“Iya. Aku juga sudah mengantuk,” sahut Azka.
Naura naik ke atas ranjang lalu beringsut ke pinggir dan berbaring, menciptakan ruang kosong di sebelahnya, sementara Azka masih diam di tempat semula.
“Apa kamu mau tidur sambil duduk, Mas?” tanya Naura beberapa saat kemudian.
“Aku ... “
kata Kai sambil mengibaskan beberapa kali tangannya ke arah Raya bermaksud untuk menyuruhnya kembali tidur.
Raya kesal, namun dia menurut. Ia kembali berbaring dan berusaha untuk tidur.
Rasanya entah sudah berapa lama Raya tertidur pulas ketika ia merasakan p*yudaranya ada yang menyentuh. Kelopak matanya terasa berat untuk membuka. Alam bawah sadarnya tahu kalau seseorang sedang berusaha membuka kancing piyamanya, namun kantuk membuatnya membiarkannya begitu saja. Bahkan ia bisa merasakan kalau seseorang sedang menyesap puncak gunung kembarnya dan bermain di sana.
“Sebaiknya kau bawa dia kekamarnya, dia tidur pulas sekali dan akan lebih nyaman jika dia tidur dikasurnya.”
“Kau benar, sayang. Apa kau sudah merasa lebih tenang sekarang?” tanya Dante.
Tatiana tersenyum tapi dia masih menggelengkan kepalanya. “Dante sayang…..aku tidak akan pernah tenang sampai kau keluar dari dunia hitam. Tapi setidaknya sekarang aku sudah bisa mengontrol diriku.” ucapnya pelan.
“Baiklah. Bagaimana kalau aku merubah pertanyaanku. Apakah kau sudah bisa mengendalikan dirimu?”
Tak ada masalah, Jenn menerimanya.
"Akhir-akhir ini aku gak bisa tidur," adu Jenn mengawali percakapan begitu ia tiba di apartemen Dwitama.
Ia langsung bergabung di ranjang besar itu, menumpukan kepala di dada bidang Dwitama yang mengenakan piyama tidur.
"Ada masalah?" Dwitama bertanya dengan nada lembut, jemari panjangnya menyisir rambut merah Jenn.
Kesal sekali padanya, ini semua salah dia.
“Aku mau tidur siang dulu, Assalamualaikum.” Tanpa menunggu jawaban darinya, segera kututup sambungan dan merebahkan diri diatas kasur. Entah drama apa lagi yang akan kualami. Aku benar-benar merutuki diri sendiri yang sudah terlalu bodoh dan terjebak. Rasanya rumah ini pun, tak dapat membayar semua ketenanganku yang hilang karenanya.
**