Menantu Serasa Pembantu
Ucap ku.
Aku berhenti berkata, dan mengambil nafas yang mulai terasa sesak. Ku lihat mas Aldo yang masih diam dengan kecamuk dalam pikiran nya sendiri.
" Mas... Dengerin Aleeza!!.
Aleeza hanyalah butiran debu, sedangkan kamu adalah bongkahan emas permata. Aleeza sangat tidak pantas bersanding dengan mu yang begitu bersinar bagai purnama. Mungkin, ini adalah cara Tuhan untuk menunjukkan pada kita, bahwa rencana dan skenario Nya adalah yang terbaik. Kamu berhak mas, untuk mendapatkan wanita yang mukafaah dengan mu. Yang cantik, mapan, kaya raya, pintar, dan juga hafidzah. Sekali lagi, Aleeza minta maaf, jika Aleeza sama sekali nggak bisa memperjuangkannya cinta kita. Karena bagi Aleeza.... Tit
Sikat na Kabanata