Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KINASIH

KINASIH

Asih mengangguk, mengamati sepasang suami istri yang kini masih berdiri di dekat motornya. "As, kau harus hati-hati sama Eko, dia juga tukang judi. Itu lho yang lewat hape, apa namanya ya?" Bude Tarti berbisik dan menoleh ke teman di sampingnya. "Anu, apa ya ... selot ... selot apa sih?" "Itu lho, As. Ngeslot. Judi slot. Menang sekali, kalahnya ribuan kali. Tapi herannya banyak yang nggak sadar juga."
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kata kata redup
Baca
+Pustaka
Dendam Kuntilanak Merah

Dendam Kuntilanak Merah

Agaknya, serangan makhluk merah tadi menghantamnya telak. Makhluk itu kini terlihat melesat mendekati Pakdo Ramli, sembari mengacungkan kelima kuku jarinya yang tajam dan panjang-panjang bak pisau belati. ~AA~
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai kata kata redup
Baca
+Pustaka
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Kali ini, dia benar-benar tidak mampu menahannya lagi. Puh! Seteguk besar darah merah gelap muncrat ke atas karpet berwarna terang, menyebar menjadi noda merah mencolok yang begitu menyayat hati. Ekspresi di wajah Juan membeku total. Dari keterkejutan, berubah menjadi syok, lalu panik penuh ketidakpercayaan.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai kata kata redup
Baca
+Pustaka
A different soul 2

A different soul 2

kata Keyra dengan tatapan mata tak suka dan mulai bangkit dari duduknya untuk memesan makanan untuk dirinya. “Duh, bisa awet muda gue kalau lihat drama kayak gini tiap hari” kata Rendy dengan tawanya yang mulai pecah.
109.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai kata kata redup
Baca
+Pustaka
Payung Merah

Payung Merah

Reiden terkekeh. "Bukan karna uang aku memberinya kartu nama, dia membawa payung merah," beber Axel. Reiden masih terkekeh, "Apakah semua gadis yang membawa payung merah akan kau beri kartu nama?" Axel menangkap nada sindiran dalam nada suara Reiden, "Bukan payung merah biasa, itu payung merah milik kita." Reiden terkesiap, "Kau serius?"
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai kata kata redup
Baca
+Pustaka
Kupu-Kupu Kertas

Kupu-Kupu Kertas

Firdha mengetuk dashboard mobil tiga kali begitu juga dengan kepalanya. "Dari dulu ye, gue kagak suka sama manusia buluan modelan setengah kera begitu. Aing teh sukanya cowok imut manis gumush-gumush kayak akang Jeon JungKook. Lo jangan membunuh karakter gue ya, May?" Firdha menjelingkan matanya. "Heleh, laki kayak perempuan gitu lo demenin? Yang ada ntar lo rebutan lip balm sama pensil alis sama doi."
1031.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 792 kali sebagai kata kata redup
Baca
+Pustaka
Kita Tidak Berjodoh

Kita Tidak Berjodoh

Gimana? Arya mengetuk-ngetukan jari di atas meja kerjanya. Adrenalinnya terpacu oleh tantangan temannya tersebut. Dia tersenyum sinis kala membaca pesan berisi tantangan tersebut. Sebagai seorang Casanova yang tersohor di kalangan pengusaha muda, tidak mungkin dia menolak taruhan tersebut. [Oke, deal. Tapi gimana gue buktiinnya kalau elonya aja ada di Jerman nanti?]
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai kata kata redup
Baca
+Pustaka
Kali Kedua

Kali Kedua

"Kenapa nggak tahu? Gara-gara kakanda?" Aku merenung sejenak, "Mungkin iya. Mungkin nggak." "Jawaban yang bener, yang mana?" "Aku nggak tahu, Gita." Gita mencolek bahuku, "Tuh, lihat Damar. Dia keren tahu. Badannya tinggi, kulitnya putih, wajahnya juga ganteng. Dia atlet, Rin. Mana main basketnya juga bagus banget."
1019.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 562 kali sebagai kata kata redup
Baca
+Pustaka
Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman

Redemption: Karma & Rasa Sang Pemburu Siluman

Sebab petunjuk dari siluman didepan mereka memang sangat langka, kemampuan menganalisi harta dari siluman ini memang tidak perlu diragukan. Hanya saja, giok merah darah berbentuk bulan sabit hannya dimiliki oleh satu keluarga dan ditunkan secara turun-temurun. “Giok merah darah, ini harta generasi Keluarga Zhao!”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai kata kata redup
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

kata Kara. “Warnanya lumayan cocok dengan tim,” komentar Saga. “Hijau.” “Iya,” Rose setuju. Tim tungku kedapatan warna kuning dengan sisi hitam. “Ada lagi selain pembagian panji?” tanyaku. “Hm.” Kara mengusap janggutnya. “Sampaikan pesanku pada teman-teman tim kalian: bersenang-senanglah di pesta olahraga!”
1019.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 485 kali sebagai kata kata redup
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status