Ketika Ibu Ingin Menikah Lagi
Tanpa sadar aku mengelus dada perlahan, berharap perih ini hilang.
"Kami senang dengan pernikahan Umi Aminah dan Abah. Setidaknya sekarang Abah tidak makan menu dari warung terus, ya. Umi pasti pintar masak untuk Abah. Oh iya, anak Umi Aminah, Kak Lika, kan, pemilik rumah makan dan ramai pelanggan di depan pintu kompleks, pasti itu Umi yang ngajarin."
Hatiku mencelus mendengar Kak Syarifah menyebut nama mbak Lika. Dia tidak sadar nama yang dia sebutkan menjadi duri dalam pernikahannya.