Samaran Terakhir
“Satu kenangan… yang membentuk siapa kita sebenarnya.”
Mereka terdiam.
Di sekeliling mereka, dunia terus runtuh perlahan. Langit mulai retak menjadi baris-baris kosong, tanah mengelupas menjadi paragraf tak terbaca. Karakter-karakter masa lalu Zara, Haru, bahkan bayangan Narator Lama—muncul seperti hantu di balik kabut waktu, menatap mereka, menunggu.
“Kalau kita pilih emas,” ucap Lena akhirnya, “aku akan rela menghapus kenangan tentang pertama kali aku menulis. Hari itu… hari yang membuatku ingin menyelamatkan dunia lewat kata-kata.”