SUAMIKU KEKASIH IBUKU
Kata-kata menyusul, sederhana, intim, cukup membuat dada terasa penuh.
“Aku rindu caramu diam,” kata Jati. “Cara kamu menunggu.”
“Jangan bikin aku meleleh,” balas Gandes. “Aku cuma tiduran di kasur empuk. Sedangkan kamu, Mas. Bahkan bilik kamu hanya ada tempat tidur bambu.”
“Ini saja sudah cukup. Kemarin kemarin aku malah rebahan di rumput.”
Gandes matanya buram.
Ada detik-detik panjang yang terasa pendek. Gandes memejamkan mata. Jati menyebut hal-hal kecil. Semua terasa dekat, hangat, aman.