DOSA TERINDAH
“Aya, aku nggak mau kamu menyimpan traumamu. Aku dan Adam berada dalam lingkungan yang sama. Tidak hanya hari ini, akan ada suatu saat di mana kamu bisa saja kembali bertemu dengannya, dan aku tak mau kamu selalu merasa trauma. Aku tadi sengaja membirakanmu agar rasa trauma mu itu bisa perlahan-lahan terkikis. Dia hanya Adam, Aya. Hanya mantan suamimu. Tak perlu selalu merasa takut bertemu dengannya. Sekarang ada aku, dia tak mungkin berani melukaimu lagi.”
“Aku juga nggak tau kenapa selalu ada rasa takut seperti tadi saat bertemu dengannya, padahal terakhir kali kami bersama, kami sudah bisa saling mengikhlaskan.”
“Itulah yang namanya trauma, Aya. Kamu bertahun-tahun berada dalam tekanan da