Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ujian sebelum Akad

Ujian sebelum Akad

Ia akan menangis semakin kencang, sehingga membuat orang tuanya sibuk menenangkannya. “Tidak usah menangis. Jangan takut. Hujan itu bukan untuk ditakuti, tetapi disyukuri. Itu saatnya ikan minum air. Saatnya sumur diisi airnya. Biar kita nggak kekurangan air.” Kata-kata itu sering diucapkan oleh orang tuanya saat hujan turun untuk menenangkannya supaya tak menangis saat hujan turun dengan lebatnya.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai kata-kata terjebak hujan
Baca
+Pustaka
Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas

Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas

ujarnya sambil mengangguk. "Apa enaknya hujan-hujanan? Tidak ada yang spesial!" kataku ketus. Rumahku sudah terlihat, dan ku akui aku sudah menggigil saat ini. Dingin sekali rasanya! "Wah, kau tidak tahu? Banyak kelebihan jika kita hujan-hujanan!" katanya antusias. "Hah? Apa?" tanyaku penasaran. "Orang tidak akan menyadari kita menangis, karena air hujan akan menyamarkannya," katanya sambil nyengir.
1047.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai kata-kata terjebak hujan
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Suamiku

Terjebak Cinta Suamiku

ucap Kannaya lagi sementara Camelia bisa merasakan kesedihan yang kuat dari ucapan itu. Jack terlihat menarik napasnya dan tersenyum dengan sabar. "Aku tahu mungkin kamu trauma jadi kamu tidak akan membuka hati. Tetapi aku tahu jika sudah berusaha maka segala hal yang mustahil juga bisa menjadi mungkin untuk dilakukan dan didapatkan. Maka aku tidak akan menyerah dan aku akan menunggu sampai kamu benar-benar lepas darinya dan aku akan datang untuk menjadi penggantinya," ucap Jack tapi Kannaya malah tersenyum kecil seperti meremehkan.
1028.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 628 kali sebagai kata-kata terjebak hujan
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Dua Pria

Terjebak Cinta Dua Pria

Biasa, setelah kami memasak makanan instan, mas Andre akan mulai pembicaraan absurdnya seperti tadi. "Kayak beli kucing dalem karung gak sih Ndre kalau main dating apps itu?" Kak Eva hanya menimpali mas Andre asal, karena dia terlalu ramah untuk mengabaikan pria itu. Tidak seperti aku dan Teresa yang sudah capek dengan mendengar ocehannya.
1.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai kata-kata terjebak hujan
Baca
+Pustaka
Pelakor Untuk Balas Dendam

Pelakor Untuk Balas Dendam

"Apa hari ini akan hujan, dan kita terjebak hujan di supermarket hingga malam?" Walaupun pertanyaan aku itu agak nyeleneh, tapi mama tetap menjawabnya dengan santai. "Kemungkinan iya, karena sekarang sedang musim hujan, kita tidak ada yang tahu langit Jakarta seperti apa."
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai kata-kata terjebak hujan
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Om Duda

Terjebak Cinta Om Duda

sambungnya. Bahu Kenzie meluruh. Padahal dia mengira Kenzo akan segera pulang, tapi ternyata tidak demikian. “Baiklah. Akan sangat berbahaya jika kau tetap memaksa pulang dan berkendara dalam keadaan hujan,” jawabnya. “Iya. Ya sudah, aku tutup dulu.” Tut!
109.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai kata-kata terjebak hujan
Baca
+Pustaka
Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya

Istri Kontrakku Ternyata CEO Kaya

Aku duduk memeluk lutut di Gazebo taman, sementara Kakaku malah asyik main hujan-hujanan. "Ayo sini, asyik Lo main hujan-hujanan," ujarnya tanpa menghiraukan petir yang saling bersahutan. Kakaku memang sangat suka hujan, asal ada air jatuh dari langit dia akan lari keluar untuk menikmatinya. Tak peduli Walaupun ada petir atau apa. Sudah beberapa kali Mama memperingatkan tapi sepertinya hanya dianggap angin lalu oleh kakakku.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai kata-kata terjebak hujan
Baca
+Pustaka
Semakin Red Flag Semakin Cinta

Semakin Red Flag Semakin Cinta

Maaf dan terima kasih adalah dua kata yang sangat mahal. Lady beranjak dari tempatnya duduk untuk menutup gorden. Di luar gelap semakin meraja karena hari sudah malam. Titik-titik air berhamburan dari langit. Akhir-akhir ini setiap malam hujan tidak pernah absen menyiram bumi. “Hujan?” tanya Rain pada Lady saat perempuan itu memutar tubuh. ”Iya, kayaknya bakalan deras. Aku jadi kangen pengen makan mie rebus. Kamu mau?”
920.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 443 kali sebagai kata-kata terjebak hujan
Baca
+Pustaka
Hampir Dijebak Teman

Hampir Dijebak Teman

Ah, benar-benar dunia yang kejam. Teman baikku dulu, sekarang tega menjebakku demi uang 4 miliar, bahkan sampai mengorbankan putrinya sendiri. Untungnya aku berhenti tepat pada waktunya, sehingga kesalahan besar tidak terjadi. Baru berjalan beberapa langkah, Norman mengejarku dari belakang dengan wajah memelas. "Eh, kawan, ayolah kita bicara baik-baik. Tadi aku cuma kasar sedikit."
8.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai kata-kata terjebak hujan
Baca
+Pustaka
Suamiku Bocil Tajir

Suamiku Bocil Tajir

Keyla menengadahkan kepalanya menatap langit yang kini berwarna kelabu bukan merah, bertepatan dengan itu, setetes air hujan pertama jatuh di atas hidung Keyla. Oh, ayolah. Berhenti memainkan perasaan Keyla hari ini. Keyla tahu mitos di Jepang yang mengatakan saat tetes hujan pertama jatuh tepat mengenai ujung hidung maka itu pertanda orang yang disukai juga memiliki perasaan yang sama. Mau tak mau Keyla tertawa, sejak awal Keyla mengetahui hal itu dari manga Jepang tertulis jelas hanya Mitos, dan Keyla membuktikannya hari ini. Bukti bahwa sekarang Keyla nampak menyedihkan menertawakan kebodohannya berharap ia dan Lexi pernah memiliki ‘sesuatu’ dan kenyataannya ia berjalan sendiri di tengah
108.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 247 kali sebagai kata-kata terjebak hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status