Rumah Tengah Hutan
“Terkadang rasa jenuh itu datang, wajar, karena kita adalah manusia. Tapi, jangan berlama-lama dengan jenuh dan malas itu. Ketika malas, ingatlah orang tua di rumah, yang mencarikan biaya kita untuk hidup di pesantren ini. Ingatlah ibu kita yang bangun pagi, lalu memasak, lalu pergi ke sawah dengan bapak kita. Apakah kita tidak kasihan dengan mereka yang kerja mati-matian untuk menghidupi kita, sedangkan kita di sini bermalas-malasan? Jika kita tidak kasihan, kita adalah golongan anak yang durhaka.”
Saat itulah, tepat pada kalimat terakhir gus Malik, air mata dari mata saya tidak dapat tertahankan lagi. Sebenarnya, ketika menyinggung orang tua, mata saya sudah sembab menahan air mata. Bawaan
Bab Populer