Summer Pieces
“Aku tidak bisa melupakanmu. Aku tidak tahu kenapa. Dulu, saat kita tersekap, aku benar-benar takut. Tapi, kau sungguh keras kepala dan berani berbicara. Kau merengek terus pada mereka. Aku sungguh tidak tega melihatmu disiksa setelahnya. Kau membuatku bergidik. Aku ingin mendekat padamu, berbicara apa saja. Rasanya sangat lega dan senang akhirnya aku tidak sendiri karena kita berbicara. Rasanya sangat nyaman saat kau bersandar padaku. Kau gadis kecil yang menggemaskan. Dan aku ingin menjagamu. Aku ingin kita terus bertemu. Bersama. Tapi, setelah kau pindah entah kemana dan kita tidak bisa berkirim surat lagi, aku merindukanmu. Semenjak itu, aku berusaha mencari-cari, menerka-nerka keadaan d
Bab Populer