KAMAR KEDUA
“Nama lengkap. Kontak. Ringkas. Itu sudah oke.”
Sheza menggeser kursor ke bawah.
“Pengalaman kerja,” lanjut Satria. “Tulis yang relevan. Administrasi, pembukuan dasar. Jangan merendah.”
Sheza menoleh setengah, canggung karena teringat bahwa wajah Satria tak jauh dari wajahnya. “Aku takut kelihatan terlalu biasa.”
“Biasa itu stabil,” jawab Satria. “Stabil itu dicari.” Ia menggeser kursi lain dan duduk di sampingnya.