Terjebak Mantra!
Lalu, setelah menapak tanah, moter berjalan menggunakan roda biasa dari karet.
“Nah, Safa, bangunan di depan itu adalah gerbang utama Kuil Damsaqie.” Hanai menunjuk sebuah bangunan.
Memang benar. Di jarak yang sekitar dua puluh meter, aku bisa melihat sebuah bangunan mirip gerbang tol Cikampek. Moter harus berjalan pelan-karena antri dengan moter lain yang sama-sama masuk gerbang. Ternyata bukan hanya di Indonesia yang macet ketika masuk gerbang tol, bahkan di Kulstar juga demikian.