Bujang Lapuk ( Malam Pertama dengan Om Perkasa )
"Sudah,"
"Kiblatnya ke mana?"
"Ke sini." Keke menunjuk ke arah kanan.
"Di sini, Ke?"
"Bukan, sedikit lagi, agak miring."
"Begini?"
"Itu terlalu miring."
Akhirnya Keke mengambil sajadah itu dan membungkuk, meletakkan tepat menghadap kiblat. Saat dia berdiri, tiba-tiba saja tangan mereka bersentuhan, bulu, itu yang Keke ingat.