Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

Udah mulutnya Mbak Rini enggak bisa di rem lagi. “Ini masakan apaan sih, De’? Racun banget. Makananku sepiring keluar lagi deh gegara nyicip makanan ini.” jawabnya lepas. Aku sudah menghentikan Mbak Rini supaya jangan memaki masakan itu, tapi mulut Mbak Rini emang paling susah dihentikan, kayak kitiran kedorong angin topan. Hahahaha. “Itu jengkol, Mbak.”
1011.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
RAHASIA IBU

RAHASIA IBU

tunjuk Salma pada potongan jengkol yang tergeletak di meja, “Ini makanan special untuk Mas Arya. Dia sangat menyukainya.” Salma tertawa keras ketika melihat beberapa bahan olahan Salma yang tak masuk akal itu. “Hei, sejak kapan Mas Arya suka jengkol? Hmm …?” wanita itu kembali tertawa seperti mendengar sebuah lelucon yang menghibur dirinya. “Itu makanan orang kampung! Jangan-jangan kamu memasak jengkol untuk mantan suamimu itu, iya kan? Kamu pikir aku tak tau jika malam ini adalah waktu berkumpul bersama keluarga?”
1054.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Suamiku Miskin Tapi Bohong

Suamiku Miskin Tapi Bohong

Mereka mengangguk bersamaan menandakan iya kalau yang dimakan Iki adalah jengkol bukan daging. “Kok bisa rasanya seperti daging dan tidak berbau seperti yang pernah Iki jumpai masakan ini, ternyata kalau di olah dengan baik rasanya enak dan ...” “Aku suka!” sahut Rizki sembari mengambil potongan jengkol lagi dan langsung memakannya dengan nikmat. Tanpa memedulikan yang lain, akhirnya Rizki duduk dengan manis di meja makan dan dia langsing mengambil nasi yang sudah tersedia dan langsung makan dengan lahapnya.
10119.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.9K kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Pernikahan Palsu (Aku Bukan Istri yang Diinginkan)

Pernikahan Palsu (Aku Bukan Istri yang Diinginkan)

"Kamu pernah makan jengkol? Apa dia bisa membunuh orang yang memakannya?" Mindi melongo mendengar pertanyaan absurd sang bos. "Jengkol? Saya rasa tidak sampai membunuh, Pak. Setahu saya jengkol justru kaya akan zat gizi, Pak. "Tinggi kalsium, sumber protein yang lebih baik dari tempe, kaya vitamin C dan masih banyak lagi. Meskipun-" Mindi belum sempat menyelesaikan kalimatnya ketika Alfie kembali menghambur ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya yang nyaris kosong.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Jatuh Cinta Pada Kakak Tiri

Jatuh Cinta Pada Kakak Tiri

Atau mungkin, Andra kesal karena ditawari masuk dulu oleh Alisya? Alisya menata dan menyiapkan semua barang yang harus dia pakai dan bawa besok ke kampus. Alisya masih kesal, karena disuruh menjadikan jengkol sebagai kalung. Entah karena memang gak suka salah satu makanan itu, rasanya Alisya sejak tadi mual setelah mencium bau jengkol. Makanya, jengkol-jengkol yang akan Alisya bawa, disimpan di dapur saja. Alisya tak mau kamarnya beraroma tak sedap. Lagi pula, dia juga tak akan lupa.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Kuserahkan Suamiku Kepada Pelakor

Kalo Mas Deno nggak suka nggak mungkin akan dipilihkan menu ini oleh wanita murahan itu. Kenangan tentang betapa jijiknya Mas Deno pada jengkol berputar di kepalaku. Dulu, dia pernah memintaku membuang jengkol dari meja makan. Kini? Makanan ini langsung dipesan oleh wanita itu, tak mungkin dia memesan menu ini jika Mas Deno tak suka.
118.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 748 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Tergoda Gadis Muda

Tergoda Gadis Muda

Lala sibuk memakan kembali nasi uduk semur jengkol dan ayam. "Lala, elu makan jengkol?" tanya teman sebangkunya. "Iya, mantul. Elu mau?" Menyodorkan jengkol yang telah digigit. "Enggak, buat elu aja. Kaga doyan gua." Menutup hidungnya. "Sst! Bos! Sisain jengkolnya." "Oke!" Mereka siap mengerjakan ulangan semester pelajaran pertama. Arka masuk ke kelas dengan wajah sangarnya.
1017.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 631 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Obsesi Terlarang

Obsesi Terlarang

Kejora bergidik ngeri saat Nancy, staf wanita yang mengajaknya makan siang itu kini mengambil beberapa buah jengkol! “Haha, ini adalah makanan terenak, Kejora. Kau tak makan ini? Surga dunia bisa-bisanya kau lewati,” timpal Nancy dengan sombongnya. Kejora hanya bisa meringis saat membayangkan bau yang dihasilkan dari makanan yang satu itu. “Kupikir kau orangnya memang benar-benar tak bisa bergaul dengan yang lainnya,” celetuk salah satu staf pria yang duduk di hadapannya.
1053.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Mutiara Sang Rahwana

Mutiara Sang Rahwana

“Kalio jengkol khas Sumatera Barat. Namanya Kalio Jariang. Dulu pernah dibuatkan pelanggan jengkolku, tetapi resepnya aku modifikasi lagi. Cobalah, pasti kamu suka. Bahannya dari racikan kaya bumbu. Aku padukan dengan santan yang gurih. Jengkolnya kualitas bagus, sudah direndam dulu dalam air rebusan kopi. Jadi enggak usah khawatir dengan bau mulut dan asam lambung. Aman. Dimakan dengan nasi hangat pasti terasa nikmat. Seperti nikmatnya aku bersanding dengan kamu.” Dagu dan alis Tiara spontan terangkat. Jengkel. Keki. Jual mahal. “Boleh aku masuk?” Tiara menggeleng cepat, “Enggak! Semua sedang keluar rumah.” “Baiklah. Bagaimana kalau kita juga jalan-jalan keliling kota?” Tiara menggeleng kek
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 372 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Pembalasan untuk Sepupu Celamitan

Pembalasan untuk Sepupu Celamitan

"Ini, rendang jengkol, semur jengkol, gulai jengkol, jengkol masih murah, Ta, jadi hari ini menunya jengkol semua." Tiga bungkus jengkol dengan rasa berbeda tersusun rapi di lantai teras rumahku. Aku duduk di lantai tepat di depan tiga bungkus sayur berjejer. "Aku mau rendang jengkol satu, Bu, di rumah ada sayur lodeh soalnya." "Lodeh? itu sayur kesukaan Rahayu, kangen juga ibu padanya. Bagaimana nasibnya sekarang, ya."
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status