Merajut Asa
tanya Ludvig.
"Tidak di makanannya, melainkan bau di mulut dan air seni." Joseph menoleh ke arah Jovita. "Apa namanya?"
"Jengkol," sahut Jovita tertawa. "Ia makan banyak sekali, keesokan harinya protes karena mulut dan air seninya bau. Hanya makan sedikit saja bisa bau sekali, dia menghabiskan hampir setengah porsi sajian."