Semangkuk Kolak Penuh Kebaikan
+++
"Tadi sebelum pulang, Jay nganterin ini. Kolak pisang kesukaanmu buatan Bulik Gandhi. Kamu makan, ya? Sudah Om panasin, selagi hangat, biar kamu enggak demam."
Meita menatap ke arah Jordi. Sebulan ini, mamanya yang bekerja sebagai model belum bisa pulang dari Belanda karena cuaca buruk. Hal yang wajar bila segala kebutuhan rumah tangga menjadi tanggung jawab Jordi selaku wali, terlebih mereka tidak memakai jasa pembantu.
"Om juga makan."
"Eh?"
Meita mengangguk, mulai menyuapkan kuah kolak ke dalam mulutnya, mengunyah potongan kecil pisang dengan tenang. "Temenin aku makan."
Hot Chapters