Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Wanita Rebutan

Wanita Rebutan

Sebenarnya Dirga ingin mengajaknya untuk masuk ke dalam rumah dan berbincang-bincang namun Myeline menolak karena ia beralasan sedang memiliki urusan lain. Dirga membawa makanan pemberian Myeline, masuk ke dalam ruangan setelah Myeline tidak ada di tempat. Ia menaruhnya ke atas meja makan dan segera mengambil piring dan sendok ke dapur. Membawa ke ruang makan dan mulai membuka. “Semur jengkol” senyum Dirga, ia memang menyukai makanan itu. Meskipun akan membuat nafas menjadi sedikit bau namun rasanya sangat enak.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
CLBK (Cinta Lama Biar Kembali)

CLBK (Cinta Lama Biar Kembali)

Sungutnya pelan, seraya menunjukkan ponselnya yang sedang memutar tutorial memasak. Irfan yang saat itu hanya mengenakan singlet menghembuskan nafasnya yang terasa berat. Seraya bertanya dengan nada sedikit sewot.” Tapi kenapa masak jengkol sih, Neng? Kan udah tahu Aa gak suka jengkol.” Raut wajah Ayu itu berubah sedih.” Kenapa? Salah lagi? Debay tuh lagi pengen makan jengkol. Gak boleh?” perempuan cantik itu nyaris menangis membuat Irfan kelabakan.
1020.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 805 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Esterina Allen
:D :D :D Sumpah ih baru baca satu kalimat langsung baper. Abis ngajakin putus gitu. Trus aku langsung sedih deh. Oke, aku akan bertahan. ini baru satu bab ... masih ada beberapa bab lagi. awas kalo nggak happy ending, aku bakal nangis.
Buah_Kaktus
Aa, Neng ikhlas klo Aa nikah ma sahabat Neng. Mamah Aa pun lbh suka ma Desi karena suka ngirim2 masakan kan? Neng ikhlas Aa, Aa harus patuh ma orang tua... dadah Aa, mdh2n ada keajaiban selanjutnya.. apa kudu Neng kirim2 masakan juga le mamah Aa? 😁😁 Seru Thor, lajut kuy...
Baca Semua Ulasan
Nasi Kotak

Nasi Kotak

Gulai daun singkong yang disantap mereka ternyata mengandung r*cun tikus. Ya … r*cun tikus. Kini yang menjadi pertanyaan kami, bagaimana bisa gulai daun singkong yang dimasak Mbak Icik mengandung r*cun. "Aku harus menemui Mbak Icik sekarang, Dek," ucap Mas Ihsan dengan wajah gusar. "Kamu di sini saja nungguin Emak," sambungnya lagi. "Saya ikut, Mas Ihsan," sambung Pak Kadus.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Dikeluarkan Dari Grup Ibu PKK

Dikeluarkan Dari Grup Ibu PKK

Untung aku tak sampai pingsan. "Habis makan apa, Bu?" tanyaku seraya menutup hidung dengan tangan kanan. "He he he... Maaf, Bu Salma. Tadi makan jengkol jadi baunya seperti ini." Pantas saja baunya seperti racun yang mematikan. Jengkol penyebabnya. "Bu Salma sudah baca grup ibu-ibu?" "Belum, Bu." "Coba baca sekarang. Ada berita panas."
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 664 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Kehidupan Setelah Perpisahan

Kehidupan Setelah Perpisahan

“Bisa dong. Kebetulan Mama masih punya jengkol di dapur. Tapi kamu harus makan habis ya. Jangan nanti ngambek gara-gara bau jengkol. Mama terpaksa ngabisinnya." Danang mengangguk. “Aku janji. Kali ini gak akan kabur dari jengkol.” "Ya sudah, akan mama masakin." Endang berjalan ke lemari pendingin, mulai mengeluarkan bahan-bahan. “Tau nggak, Dan? Hidup itu kadang kayak jengkol. Keras, bau, gak semua orang suka. Tapi kalau tahu cara ngolahnya, bisa jadi makanan paling enak yang bikin ketagihan.”
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Love secret

Love secret

Bastian nampak lahap dengan sarapannya, dan menu yang ia pilih saat ini cukup unik, tempe orek, telur dadar, dan yang paling mengejutkan adalah Semur jengkol. Berapa biji yang dia makan? kalau dihitung dengan jari, mungkin ada sepuluh biji. Dan sungguh, pria muda tampan ini sangat menyukai Jengkol, dan itu diluar nalar Helena. "Sesuka ini kah Tuan sama jengkol?" "Hhmm..." jawabnya tanpa berkata. Ia terus melahap semua menu yang tersaji. "Kamu gak suka?"
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Godaan Penghuni Kos Puteri

Godaan Penghuni Kos Puteri

Warung nasi uduk itu sudah buka, asap tipis dari panci besar naik pelan, bercampur aroma santan dan bawang goreng. Raga langsung pesan dua porsi. “Bu! biasa, 2 porsi ya,” katanya sambil menunjuk Wulan. “Jangan pake jengkol.” Wulan nyengir. “Aku baru ngeh ya, ternyata Mas gak suka jengkol.” Mereka duduk di bangku kayu panjang. Raga menuang air teh dari teko plastik, lalu mendorong satu gelas ke arah Wulan.
9.294.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Edisi Kelas

Edisi Kelas

Ia menggeser makanan tersebut jauh dari hadapannya. Diam-diam Ade mengeluarkan jengkol dari dalam tasnya. Sangat menggugah selera di saat genting seperti ini. “Yakin nggak mau nyoba.” kata Ade menyodorkan. Untuk sesaat mereka terdiam menatap lauk yang keliatan enak. “Oke deh aku coba.” kata Ara mengambil sepotong jengkol lalu memsukkannya ke dalam mulut dengan takut. Memejamkan mata takut menolak rasa yang ada. Ketika gigitan pertama sudah masuk dan mulai berproses ke tenggorokan. Matanya melek. Menikmati.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Dimanjakan Sentuhan Panas Adik Ipar

Dimanjakan Sentuhan Panas Adik Ipar

Dan untuk kali ini saja, ia ingin memakan makanan yang sudah lama ia rindukan. Malam itu Celyna makan dengan lahap. Walaupun Kaizen tidak menyukai jengkol, tetapi dia masih mau duduk berhadapan dengan Celyna. “Kamu tidak mau cobain jengkolnya?” Caelan menggeleng pelan. “Kamu saja, jangan terlalu banyak makan jengkol. Biasanya perutmu besok pagi akan sakit.” Celyna menelan makanannya. Lalu meneguk segelas air es. “Kamu masih mengingatnya?”
106.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Semangkuk Kolak Penuh Kebaikan

Semangkuk Kolak Penuh Kebaikan

+++ "Tadi sebelum pulang, Jay nganterin ini. Kolak pisang kesukaanmu buatan Bulik Gandhi. Kamu makan, ya? Sudah Om panasin, selagi hangat, biar kamu enggak demam." Meita menatap ke arah Jordi. Sebulan ini, mamanya yang bekerja sebagai model belum bisa pulang dari Belanda karena cuaca buruk. Hal yang wajar bila segala kebutuhan rumah tangga menjadi tanggung jawab Jordi selaku wali, terlebih mereka tidak memakai jasa pembantu. "Om juga makan." "Eh?" Meita mengangguk, mulai menyuapkan kuah kolak ke dalam mulutnya, mengunyah potongan kecil pisang dengan tenang. "Temenin aku makan."
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai kebanyakan makan jengkol
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status