KAU HANCURKAN HATIKU, KUHANCURKAN ISTANAMU
Ucap salah satu warga mencoba menenangkanku.
“Mbak yang kuat, jangan seperti ini. Yang ada mereka akan merasa bangga jika mbaknya lemah,” sahut yang lainnya.
“Iya bener banget itu, jangan terlihat lemah didepan manusia-manusia tidak tahu seperti mereka. Lawan dan terlihat tegar agar mental mereka juga kenak,” ucap seseibu yang terlihat begitu antusias sekali, ia membawa sebuah spatula, katanya untuk mengorek memew si gundik agar tidak gatel lagi. Lucu, namun rasa sakit itu lebih besar, aku meraup oksigen sebanyak mungkin, dada naik turun mengikuti ritme nafas yang tidak beraturan.
Hot Chapters