Pengakuan Istriku (Setelah siasat liciknya terbongkar)
“Kita boleh patah, tapi kita tidak akan menyerah. Kita adalah perempuan kuat. Jangan paksakan pundakmu memikul beban terlalu berat. Letakkan! Letakkan beban itu, pasrahkan pada gusti Alloh. Delia, kamu tidak sendirian. Ada Mbah, ada gusti Alloh.”
Delia terpana. Baru sekali ini dia mendengar Mbah Baris mengeluarkan kata-kata bijak dengan intonasi yang lugas. Yang selama ini Delia tahu, neneknya adalah orang kampung yang pendiam, lemah dan tersisih. Ternyata dibalik tubuh renta ini, ada letupan semangat yang Mbah Barid tularkan kepada dirinya.
“Kamu kuat, oke?” Mbah Barid berkata lagi. “Oke?”