Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suratman VS Suratmin  ( Antara Si Kaya Dan Si Miskin)

Suratman VS Suratmin ( Antara Si Kaya Dan Si Miskin)

“Aku tidak mau membuat keluarga kecilku menderita hanya untuk membahagiakan kamu sedangkan kamu saja tetap saja menghina dan merendahkanku di depan orang lain!” “Aku hanya ingin kamu sadar Man, kalau perbuatanmu sudah keterlaluan dan kini waktu sudah berubah, kita bukan lagi hidup sendiri tetapi ada keluarga kecil kita, anak dan istri kita, aku harap kamu bisa berpikir dewasa bukan seperti anak kecil,” lirihnya dalam hati yang masih di dalam perjalanan menuju rumah kontrakannya.
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 293 kali sebagai keluarga kecilku
Baca
+Pustaka
GODAAN HARTA WARISAN

GODAAN HARTA WARISAN

"Bagaimanapun juga itu rumahmu, jangan pernah takut!" "Iya, Mbak. Terima kasih banyak." Sambungan diputuskan setelah saling bercerita dan bercanda ria antara ipar itu. Di benak Yu Mini terselip doa, semoga keluarga kecilnya dijauhkan dari hal-hal yang buruk. Perseteruan, perebutan dan perselisihan antar keluarga. Cukuplah keluarga dari suami yang jahat atas apa yang diterima Yu Mini selama ini. Jangan sampai anak cucunya merasakan betapa getirnya hidup bersama keluarga yang tidak utuh secara moril.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai keluarga kecilku
Baca
+Pustaka
MENGGENGGAM PERIH MENIKAHI TAKDIR

MENGGENGGAM PERIH MENIKAHI TAKDIR

sementara seorang ibu mengawasi dengan senyum penuh kasih. Aku menoleh ke Ivana, melihatnya menatap pemandangan itu dengan ekspresi kosong. "Nanti, kita juga akan seperti itu," ucapku pelan. Ivana menoleh cepat, matanya melebar seakan tak percaya dengan kata-kataku. "Apa?" Aku tersenyum tipis. "Aku serius. Aku ingin punya keluarga kecil sama kamu. Anak-anak yang nanti akan berlarian di sekitar kita, tertawa tanpa beban."
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai keluarga kecilku
Baca
+Pustaka
Asmaraloka

Asmaraloka

Aku tahu pasti bukan masalah sepele hingga dia menangis di hadapan mama, mama juga menangis, apa yang harus kuperbuat? Seketika itu juga, aku terpaku di tempat, tak pernah terbayangkan sedikitpun adikku melakukan perbuatan yang tidak pantas, aku tahu keluargaku broken home, ayah meninggalkan kami, dan kami hanya keluarga kecil yang terdiri dari tiga orang, mama, aku, dan adikku Icha. Tapi Icha, kenapa kamu melakukan hal setega itu?. Aku menjadi kepala keluarga meskipun aku perempuan, mengambil alih semua tanggung jawab dan permasalahan dalam keluarga, seperti yang telah kubilang di awal, aku perempuan dewasa sebelum waktunya.
2.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai keluarga kecilku
Baca
+Pustaka
Ayo Kita Menikah, Pak CEO

Ayo Kita Menikah, Pak CEO

cibir Keyra yang hanya dibalas kekehan singkat oleh suaminya. "Hmmm... Aku tidak tahu, seperti apa rupa ibu dan ayah kandungku. Bahkan ingatanku saat kecil tidak ada mereka. Aku hanya punya satu keluarga saja, nenekku. Kami tinggal di sebuah rumah kecil yang tak jauh dari Sekolah Dasarku waktu itu." Keyra menghentikan ceritanya. "Kenapa berhenti?" "Sebenarnya Ini kisah yang menyedihkan, aku tidak ingin menceritakannya," jawabnya. Bercerita kisah lamanya seperti membuka kembali luka yang telah Keyra kubur.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai keluarga kecilku
Baca
+Pustaka
Mendadak Jadi Ibu Untuk Teman Kecilku

Mendadak Jadi Ibu Untuk Teman Kecilku

Amel ingin adik," bisiknya. "Ha? adik?" ulang Anna dan Harry berbarengan, keduanya nampak terkejut. "Hmm, papa, mama, Amel bisikin malah teriak." Gadis kecil itu menyilangkan tangan di dadanya. "I-iya sayang, papa akan berusaha buatkan adik yang banyak untuk Amel?" "Ha?" kali ini Anna dan Amel yang terkejut. "Hihi Papa, bukan beli di supermarket ya bahan-bahannya,"
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 248 kali sebagai keluarga kecilku
Baca
+Pustaka
Menjadi Istri Dadakan Si Om Tampan

Menjadi Istri Dadakan Si Om Tampan

Di antara mereka, seorang anak kecil yang mungkin berusia lima tahunan ikut berlari dengan langkah kecilnya yang menggemaskan. Gue nggak bisa nahan senyum. "Lucu ya," kata gue tiba-tiba, lebih ke arah diri sendiri. Arsen menoleh ke arah yang gue lihat. "Apa?" Gue menunjuk keluarga kecil itu dengan dagu. "Itu. Liat deh, mereka. Olahraga bareng, ketawa bareng. Aku juga nanti pengen kayak gitu, punya keluarga kecil yang sering ngabisin waktu bareng, ngelakuin hal-hal sederhana tapi bahagia."
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai keluarga kecilku
Baca
+Pustaka
Dibuang oleh Keluarga

Dibuang oleh Keluarga

“Ibu Juana tersayang, aku akan pergi dari sini. Aku akan pergi sangat jauh, dan tidak akan kembali untuk waktu yang lama.” Ibu Juana mencubit pipiku, “Cindy, apakah ada yang menindasmu? Membuatmu tidak senang? Di mana kakakmu dan Thomas? Mengapa dua orang ini tidak melindungimu dengan baik, kondisimu terlihat sangat buruk.” Aku tersenyum lembut, “Tidak ada yang menindasku, aku hanya saja sudah menemukan keluarga yang sebenarnya, doakan yang terbaik untukku.”
6.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai keluarga kecilku
Baca
+Pustaka
Keanehan Keluarga Pacarku

Keanehan Keluarga Pacarku

Tipe pria yang cocok dengan seleraku. Namun, sekarang, sikap Jerry terhadap adiknya membuatku merasa merinding di dalam hati. Jerry menoleh. Dia menyentuh kepalaku dan berkata sambil tersenyum, "Sudahlah, nggak usah dipikirkan. Aku menceritakan semuanya pelan-pelan padamu nanti." Aku menganggukkan kepalaku. Jerry menghela napas. "Adikku itu, hmm, namanya Yenny. Sebenarnya dia normal waktu masih kecil."
6.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai keluarga kecilku
Baca
+Pustaka
ATM BERJALAN KELUARGA SUAMIKU

ATM BERJALAN KELUARGA SUAMIKU

“Manusia itu paling cepat berubah hatinya, Ta.” Tata terkekeh. “Kamu enggak, Jen.” “Kok terdengar menyebalkan, ya?” Mereka tertawa bersama. “Kurangku apa, sih, Jen?” tanya Tata demikian lirihnya setelah berhasil meredakan tawanya. Gelak yang ia ciptakan lebih pada mentertawakan nasibnya sendiri. “Aku mandiri secara ekonomi. Ikut bantu suami juga perkara nafkah. Aku enggak marah mereka manfaatin karena merasa, ya ... aku enggak punya orang tua dan adik, kan? Aku enggak pernah mengeluh dengan suamiku yang terkadang menjengkelkan. Aku terima semuanya, Jen. Lengkap dengan kekurangan yang ada karena merasa aku juga kurang, Jen.”
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai keluarga kecilku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status