Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Kala Kematian Anak Kembarku

Di Kala Kematian Anak Kembarku

Pecahan porselen berserakan di lantai. Aku menoleh melihat guci abu, tapi guci yang berisi abu kremasi Misya sudah tidak ada lagi. Pikiranku seketika kosong. Aku lupa cara bernapas, seolah setiap detak jantungku diremas dengan sangat keras. "Ah!" "Misya!" "Misya-ku sayang ...." "Marcel, Misya sudah mati mengenaskan, kenapa kamu tega melempar abunya? Apa kamu masih punya hati?!"
4.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 164 kali sebagai kematian sakura
Baca
+Pustaka
SURA, PANGERAN TERBUANG

SURA, PANGERAN TERBUANG

Alam Atas — Domain Immortal Sakura Di alam ini, warna merah muda mendominasi pandangan. Istana immortal menjulang megah di antara ribuan pohon sakura yang bermekaran abadi. Kelopak-kelopak lembut berjatuhan, membawa aroma wangi surgawi yang lembut namun tajam.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai kematian sakura
Baca
+Pustaka
KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH

KACAMATA BERDARAH Written by David Khanz Part 5 ——————————————————— Waktu sudah menunjukkan lewat dari pertengahan malam. Suasana alam nyaris sunyi tanpa suara-suara sebagaimana biasa. Hanya lengking binatang mungil di luar yang tidak pernah mau berhenti menjerit-jerit khas. Beradu tembang bersama nyanyian burung hantu, sesekali turut menyahut.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai kematian sakura
Baca
+Pustaka
Merayakan Kehilangan

Merayakan Kehilangan

Sekarang sedang musim bunga, Jennie meminta Ari turun dari motornya, menuju jalan setapak masuk dan Ati terkejut, dirinya bahkan baru tahu jika ada Padang bunga di sekitar sini. Tempatnya indah, hamparan luas itu menganggu pandangan mata untuk tidak berhenti mengagumi setiap incinya. “Kau suka? Dari tadi aku melihat dirimu termenung, aku tahu perasanmu sedang berantakan, dan kebetulan kemarin aku salah jalan dan tidak sengaja menemukan tempat ini, indah kan? Kau suka, Ari? Kau tidak marah kan?”
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai kematian sakura
Baca
+Pustaka
Bisikan Kematian

Bisikan Kematian

Sopyan berkata lirih, tapi kemudian menunduk. "Maaf ... Tidak bisa! Keluargaku menungguku!" tolakku. Ketika ingin bangun, mataku tidak lagi sama ada yang aneh. "Kenapa aku tidak bisa merasakan apa-apa. Mata bathinku sudah tertutupkah?" Aku tersenyum puas. "Mata bathinmu tertutup karena kematian sedang menghampirimu. Belum waktumu untuk mati saat ini," ujar umi membuatku bergidik dan terasa sesak napas.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai kematian sakura
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikahi Om-Om

Terpaksa Menikahi Om-Om

Aoi ingin menghilang saat ini juga. Makoto mengangguk. "Iya deh." *** Penulis suka harum pelembab bunga sakura. Minggu 13 juni 6:46 am See you-,
8.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai kematian sakura
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta yang Mematikan

Jerat Cinta yang Mematikan

Matanya hanya fokus pada wanita yang sudah mati mengenaskan dengan tubuh yang polos. "Kau bercinta dengan mayat, Keyond?" tanya Aldric tidak percaya. Keyond berdecak, "Seleraku masih tinggi." Ia mengelap pisau yang dipenuhi oleh darah dan kembali bergumam, "Dia mencoba membunuhku dengan pisau kecil itu, konyol sekali," tunjuknya pada pisau kecil yang tertancap di sebuah lukisan. Aldric berjalan masuk dan menatap wanita yang mati di tangan Keyond, "Resepsionis tadi, eh?"
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 144 kali sebagai kematian sakura
Baca
+Pustaka
DOA KUBUR TAK SEMPURNA

DOA KUBUR TAK SEMPURNA

"Sali, Mas terpaksa lakuin ini demi kamu bisa terbebas dari pengaruh siluman." "Lepaskan aku!"teriak Salimah masih dengan suara Nikita. Kedua matanya telah terbuka dengan warna pupil merah. Mulutnya mendesis. Angin dingin berembus kencang membawa aroma wangi melati dan anyir darah. Eko sudah hapal dengan aroma khas tiap kali menjelang kematian beberapa penghuni rumah besar. Pria ini sedikit menunduk ke arah Pak Toyib. Dia berkata lirih,"Pak, ini adalah salah satu penghuni yang mati mengenaskan di tempat saya kerja."
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 142 kali sebagai kematian sakura
Baca
+Pustaka
Tabir Kematian Sahabatku

Tabir Kematian Sahabatku

Tatapan Fadli terlihat sayu menatap bunga anggrek dan mawar yang tampak layu. "Kamu yang sabar, yah, Fadli. Doakan supaya Alina tenang di alam sana," ucapku seraya tersenyum pahit. Tenang di alam sana? Alina saja hampir setiap malam datang menghantuiku.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai kematian sakura
Baca
+Pustaka
Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius

“Sakura, Kimi wa hana no youni kirei da!” (Kamu cantik seperti bunga) Sakura tersipu-sipu. Pipinya memerah. Lalu Musashi melanjukan kalimatnya. “Karena nama mu memang nama bunga. Hehe.” Sakura pikir, dia memang cantik wajahnya, tapi hanya karena namanya sama seperti nama bunga. ‘Menyebalkan’. Tidak lama berselang, Musashi mengambil satu donat cokelat, lalu mencolokkannya ke garpu dan menerbangkannya ke udara, seolah menjadikannya pesawat alien.
9.938.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kematian sakura
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status