Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rahasia Sang Juara Bulu Tangkis

Rahasia Sang Juara Bulu Tangkis

Dwi mencium tangan ibunya dilanjutkan mengucapkan salam. Baju semi kebaya dipadukan dengan rok bermotif bunga – bunga menjelaskan bahwa Dwi adalah kembang desa asal Sukaasih. Dia membawa leupeutnya menggunakan nyiru. Nyiru adalah sebutan alat dari bambu yang dianyam berbentuk bundar yang biasa digunakan untuk menjemur makanan. Dia berjalan menghampiri warung – warung menitipkan dagangannya. “Cantik euy! Kembang desa.” Para pemuda desa mulai terpikat dengan kehadiran Dwi.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai kembang suruh
Baca
+Pustaka
Video Syur yang Ditonton Putriku

Video Syur yang Ditonton Putriku

Pukul dua belas malam Mbah Suro mengajakku ke halaman belakang, menyuruhku untuk berendam di dalam air yang sudah dicampur kembang tujuh rupa katanya untuk membuang sial yang menempel di badan. Setelah ritual mandi kembang selesai, pria paruh baya itu kembali menyuruhku untuk berbaring di atas hamparan seprai yang sudah ditaburi bunga-bunga, menekuk kakiku lalu mulai membaca mantra dan aku merasa kalau dia sedang memasukkan sesuatu ke dalam inti tubuhku. Aku meringis menahan sedikit sakit, akan tetapi tetap menahannya agar tidak sampai menitikkan air mata.
1015.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 508 kali sebagai kembang suruh
Baca
+Pustaka
Bukan Bunga Bakung

Bukan Bunga Bakung

ucap Maryamah kembali membuka pembicaraan. “Wuih, betul mba. Di kita biasa dikenal dengan Bakung kan mba ya? Itu bunga kesayangan kedua orang tuaku mba,” Diandra mencoba mengkonfirmasi bunga Lili yang disebutkan Maryamah sebagai bunga Bakung. “Iya Di. Bunga cantik ini di Jakarta biasa dikenal sebagai bunga Bakung. Selain itu, varian bunga ini juga banyak betul dan hampir semuanya cantik-cantik,” tambah Maryamah menjelaskan.
992 DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai kembang suruh
Baca
+Pustaka
Ksatria Pengembara Season 2

Ksatria Pengembara Season 2

“Kami adalah dua gadis kembar. Aku yang tua bernama Ruhkemboja dan adikku ini bernama Ruhkenanga. Kami biasa dipanggil dengan sebutan Sepasang Gadis Bahagia.” “Kemboja dan Kenanga... Itu dua bunga yang ada sangkut pautnya dengan kematian. Bunga kemboja banyak tumbuh di pekuburan. Bunga kenanga bunga taburan di atas makam orang yang sudah mati...” Rasa tidak enak kembali menyelubungi Ksatria Pengembara walau dua gadis cantik di hadapannya selalu bicara dan memandang padanya dengan senyum.
9.5243.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai kembang suruh
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Rmdni
kak izin promosi yah. ayo baca ceritaku kisahnya seru karena menceritakan Fantasi lokal, yang bakal memuat cerita lokal terus dipadukan dengan hal fantasi. judulnya: Legenda: Nusantara jangan lupa voted ya kak ......
KSATRIA PENGEMBARA
Jangan lupa mampir ke cerita baru saya berjudul : SI BUTA DARI SUNGAI ULAR 'Dalam kegelapan, sosok seorang putra. Dendam dan lara menutup kedua matanya. Dia terjerumus sebagai manusia. Dan bangkit menjadi Legenda'
Baca Semua Ulasan
KEMBALILAH SUAMIKU

KEMBALILAH SUAMIKU

"Kenapa? Bukankah disana lebih enak, negara berkembang dengan banyak bunga sakura, ada musim dingin, pasti seru bisa main salju." Mulut ini berkata terus menerus tanpa henti, padahal dia, gadis yang duduk di depanku saat ini belum lama kami kenalan, hanya beberapa menit yang lalu, tapi aku merasa dia bisa menjadi lawan bicaraku yang cocok.
6.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 130 kali sebagai kembang suruh
Baca
+Pustaka
Dilamar Presdir yang Menyamar

Dilamar Presdir yang Menyamar

“Apa, ya? Minum kembang macan kerah pernah?” “Belum pernah. Apa itu?” “Ya, bunga yang sudah diracik secara khusus. Namanya kembang macan kerah.” “Dimakan bunganya?” Nawa mulai antusias. “Enggak dimakan langsung. Bunganya diremas-remas sama air, lalu disaring. Air perasan inilah yang diminum. Biasanya biar lebih seger dikasih perasan jeruk nipis sama madu pas mau minum.”
9.946.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai kembang suruh
Baca
+Pustaka
Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku

Memikat Hati Istri ke-dua papa mertuaku

Bahkan bisnisnya itu juga meluas ke Surabaya. Vira berjalan masuk dan seorang pegawai segera mengantar Vira ke kantor di mana Bram menunggu. Ternyata belakang toko ada sebuah rumah berukuran sedang. Suasananya cukup bagus dan bersih. Rumah tersebut dibangun sedemikian rupa hingga terlihat seperti vila-vila mini di pegunungan. Di sekitarnya juga ditanami pohon bunga flamboyan dan bunga bungur. Kedua tanaman itu sudah berbunga. Sekarang sedang musim kemarau, pohon tumbuh penuh dengan bunga hampir tidak memiliki daun.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai kembang suruh
Baca
+Pustaka
Kembalinya Sang Penguasa

Kembalinya Sang Penguasa

Lei Xiayu menjadi memikirkan sesuatu, bersamaan dengan Mu Lanxi yang sudah memamerkan barang kedua. Kali ini sebuah tanaman herbal yang dikenal sebagai Jamur Tujuh Warna. Bentuknya bulat seukuran daun keladi dengan memiliki tujuh kelopak yang masing-masing kelopaknya menyerupai satu warna persis pelangi. Konon tanaman herbal ini berkhasiat untuk menawarkan segala jenis racun kelas lima ke bawah.
9.240.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 882 kali sebagai kembang suruh
Baca
+Pustaka
Tumbal Purnama

Tumbal Purnama

tanyanya panik. Bima mengeluarkan kertas tua yang diberikan oleh Pak Surya sebelum mereka pergi. Gambar lingkaran dengan simbol-simbol aneh tergores di sana, bersama sebuah kalimat: "Di tempat akar pertama tertanam, di sana perjanjian ditulis." “Tempat akar pertama...” gumam Bima. “Mungkin pohon tua di ujung hutan ini. Kakek sering menyebutnya sebagai tempat asal keluarga kita.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai kembang suruh
Baca
+Pustaka
Di Kala Kematian Anak Kembarku

Di Kala Kematian Anak Kembarku

Taman hiburan itu menyimpan banyak kenangan kami. Hanya dengan berada di dekat taman hiburan ini, aku merasa mereka tidak pergi jauh. Aku berdiri di balkon, memeluk abu kedua putriku, memandangi taman hiburan. Sambil memandang, aku mengenang setiap momen kecilku bersama mereka di sana. "Ma, tempat ini seru! Andai kita bisa tinggal di dekat taman hiburan," kata Misya dengan polos. Aku bertanya heran, "Kenapa?"
4.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai kembang suruh
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status