Dihukum ke Pelukan Kembang Desa
Rama menaikkan sebelah alisnya, tersinggung, “Maksudnya apa Mbak? Saya kan baru ini disuruh urusin sawah suruhan nenek. Mana tau berat gini.”
"Masa?" Sinta sengaja memajukan tubuhnya, hingga deru napas hangatnya menyapu leher Rama. "Baru disuruh liatin sawah segini aja udah keringetan parah. Tenaganya cuma segini, atau emang loyo aja?”
Rama mendengus kasar, wajahnya menggelap karena jengah.
“Pulang aja mbak, Ganggu aja dari tadi."