Mencuri Hati Tuan Hamish
Tak tahu harus bicara apa dengan segala tuduhan yang dilontarkan Hamish.
“Tuan ini! Saya mana bisa janjian. Ponsel saja saya tak punya. Saya kebetulan bertemu dia. Andai saya tak bertemu dia, entah jam berapa saya sampai ke rumah. Lagi pula, kalaupun dia pacar saya apa itu salah?”
Hamish menggeram.
“Salah besar! Aku tak akan izinkan kamu pacaran! Apalagi dengan preman seperti itu!”
“Dia bukan preman, Tuan. Dia itu idola di sekolah, loh. Dia ketua OSIS, tampan, dan anak basket yang keren.”