Dinikahi Calon Suami Mama
“Ah, bukannya dulu pernah gini juga? Telat dikit dari tanggal biasanya, tapi tetep datang juga kan akhirnya? Mungkin emang butuh waktu beberapa hari lagi. Oke, rileks ... aku nggak boleh overthinking.”
Hanya karena teringat dulu pernah mengalami kejadian serupa, Renjana berpikir keterlambatan datang bulannya adalah hal biasa yang tak perlu dipikirkan. Senyum tipisnya perlahan terbit. Ia membalik badan, hendak keluar dari kamar mandi. Namun, langkahnya mendadak terhenti. Senyum itu bahkan ikut meredup seketika.
“Bentar, bentar ... ini masalahnya nggak sama kayak yang dulu,” gumamnya terdiam sejenak. Refleks mengigit jari telunjuk saat terpikir sesuatu.
Hot Chapters