MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU
Pundaknya ikut naik dan turun ketika memegangi pundak Aurin dengan kedua tangan, “Katakan, apa kamu sudah terlambat datang bulan?”
Aurin tersentak dalam diam. Ia mencoba memutar kembali memori tentang siklus bulanannya yang biasanya teratur. Setelah menghitung dalam hati, akhirnya ia menyahut pelan, “Belum, Nyonya. Seingat saya, akan tiba sekitar satu hari lagi. Memangnya ada apa, Nyonya?”
“Ck! Jadi, belum telat sama sekali?” Dea berdecak kesal. Sebuah erangan frustasi lolos dari bibirnya.
Bab Populer