Because You Are Mine
Cup!
Secepat kilat Badai menyambar bibir tipis Adel dan menciumnya. Lalu pergi setelah senyuman miringnya tepat di hadapan Adel. “Thanks, bibir lo manis,” ujar Badai sedikit menggoda tapi Adel hanya diam membeo tak mampu berbicara, sementara mukanya sudah memerah seperti udang rebus. Ini terlalu tiba-tiba, tubuh Adel tergidik seperti habis kesetrum belut listrik.
Badai mempercepat langkahnya. Dalam pikirannya, mungkin tiga detik lagi, akan ada bom yang meledak di dalam warung Mbak Iren.
ตอนยอดนิยม