Tawanan Tuan Kama
omel Raga, ia mengambil ikan yang sudah berlumur dengan bumbu.
"Aku bahkan mati - matian mencari bandit di pulau Larangan, tapi dia meneriakiku seperti seorang penjahat. Meskipun aku laki - laki, aku tegaskan, aku sakit hati."
Kama dan Rafa hanya mendengar celotehan Raga dengan senang hati, toh nanti Raga akan kembali mengomel lagi.
Api yang tadinya menjilat - jilat, kini telah padam, hanya tersisa bara api yang merah merona dengan ikan sepanjang lengan Raga dipanggang di atasnya. Hangat yang di hasilkan kini terasa lebih stabil.
Hot Chapters