Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Katamu Uang Tak Kenal Saudara

Katamu Uang Tak Kenal Saudara

ucap Pak Hari saat aku dan Tio beberes belanjaan. "Mau makan apa? Lontong, soto, ayam goreng, atau nasi Padang?" tawarnya antusias. Aku dan Tio saling pandang, sungkan tentu hendak menjawab tawaran beliau. Udah dapat tempat istirahat aja aku bersyukur. "Ah, masak aja, lah ... ini ada Magicom, kok. Nanti goreng telur, atau masak mie aja," tolakku halus.
7.840.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai komik tiger wong tamat
Baca
+Pustaka
Petualangan Detektif Tampan dan Si Gadis Kucing

Petualangan Detektif Tampan dan Si Gadis Kucing

ucap wanita itu. Dengan anggungnya dia menggendong kucing yang baru saja dia rebut. Lalu dia duduk di sebuah kursi taman tidak jauh dari gedung apartemen tadi. Sambil mengelus-elus si kucing, dia mulai berkata, “Ini adalah hukuman untukmu karena kamu tidak pernah peduli dengan nyawa binatang. Kalau kamu ingin terbebas dari kutukan ini, carilah seorang lelaki yang memiliki bekas cakaran kucing di lengan kirinya. Bantulah pekerjaannya yang seorang detektif. Nantinya kamu akan kembali menjadi manusia jika kalian berhasil melaksanakan sepuluh misi.”
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai komik tiger wong tamat
Baca
+Pustaka
Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

Tawanan Hasrat Lima Manusia Binatang

“Hanya buah, Vrax? Aku pikir seorang Jenderal Harimau punya cara yang lebih mengesankan untuk menarik perhatianku.” Zhen mendengus, matanya berkilat mengejek ke arah Vrax. “Buah adalah makanan untuk kelinci. Jika kau ingin melihat kekuatan yang sebenarnya, lihatlah ini, Elara.” Zhen bersiul nyaring. Dua prajurit Panther menyeret bangkai binatang raksasa, seekor babi hutan bertaring gergaji yang ukurannya tiga kali lipat manusia ke tengah taman. Tubuh binatang itu penuh dengan luka robekan cakar yang presisi.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai komik tiger wong tamat
Baca
+Pustaka
Janji Setia

Janji Setia

“Tuan Wong, pemilik peternakan kuda tempat aku bekerja. Dia sudah melihatmu. Katanya tunggu dua tahun lagi kau akan jadi cantik. Dia orang kaya, kalau kau mau aku bisa mempertemukanmu dengannya.” Karena penasaran aku bertanya dulu seperti apa Tuan Wong itu. “Bagaimana orangnya?” “Dia berumur 45 tahun.” “Iuuw, tua sekali Kai, bisa apa memangnya dia paling juga sudah mulai batuk-batuk dan sebentar lagi mati.” Dayyan tersenyum lagi membaca penggalan kalimat itu. “Bisa memberimu banyak uang.” “Lupakan soal uang, maksudku fisik orangnya bagaimana?”
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai komik tiger wong tamat
Baca
+Pustaka
Kimmy vs Hantu Tampan

Kimmy vs Hantu Tampan

Si 'Tampan' duduk di belakangku dengan tenang, sedikit membuatku penasaran apa yang sedang dia pikirkan. "Pegangan yang erat, ya! Aku suka ngebut," aku memperingatkannya sambil memastikan posisi helmku. Dia tidak segera menjawab, tapi aku bisa mendengar dia bergumam di belakang. "Kamu yakin gak buka dulu kacamata hitam kamu? Emangnya bisa lihat jalan malam-malam gini sambil bawa motor pakai kaca mata hitam?" suaranya terdengar lebih seperti sindiran dibanding kekhawatiran.
733 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai komik tiger wong tamat
Baca
+Pustaka
Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

Sistem Sakti Pendekar Menara Nirwana

Lu Dai, anak perempuan Nyonya Ta menggendong putrinya yang sesenggukkan karena kebisingan yang dibuat Tiger. “Ah, si tukang bakmi sahabatku. Mengapa kau memanggilku kencang-kencang seperti itu. Sudah tidak sabar ingin menyetorkan iuran kebersihanmu?” Tiger menyambut sapaan Zhu Lian sembari melangkah mendekat pada sang pedagang. “Hahaha …!” rekan-rekan Tiger yang berjumlah 4 orang tertawa-tawa.
9.955.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai komik tiger wong tamat
Baca
+Pustaka
Tulang wangi

Tulang wangi

Disini, kita berpisah—dua orang yang barusan ngalamin hal absurd di tengah jalan kebon kosong sepanjang seratus lima puluh meter. Gua sedikit nunduk, bilang sopan, “Makasih ya, mang.” Dia nepuk pundak gua pelan, jawabnya ringan tapi hangat, “Nya sami-sami, Jang.” Tapi pas gua liat mukanya, bayangan momen barusan—pas dia diterkam kucing hitam—langsung muter lagi di kepala. Gua nahan tawa sekuat mungkin, bibir udah nyengir duluan.
467 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai komik tiger wong tamat
Baca
+Pustaka
Tawanan Hati Sang Tuan Muda

Tawanan Hati Sang Tuan Muda

tanya Rama takut-takut. “Kenapa? Apa ada masalah?” “Nyonya tahu dia wanita seperti apa?” Rama melirik Pia yang kini membukakan pintu untuk Raja. “Dia wanita tidak betul di kampung saya, Nyonya. Dia dikenal sebagai pelakor dan juga pelacur.” Deg. Suri menutup mulutnya, terlalu kaget mendengar penjelasan dari orang yang dipercayainya. Seketika kepala Suri pun bergerak mencari keberadaan Pia.
679 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai komik tiger wong tamat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status