Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terjerat Pesona Ayah Billionaire Muridku

Terjerat Pesona Ayah Billionaire Muridku

tanya Theo yang merasa ada yang rasa yang asing dari kopinya. "Ti ... tidak tuan. Ini ... ini merek yang biasanya. Mungkin karena airnya sudah mulai dingin jadi rasanya agak berbeda. Coba tuan minum lagi, pasti rasanya sama saja," jawab Nadine dengan wajah sedikit panik. Theo kembali meneguk kopinya, kali ini lebih banyak. Dia benar, rasanya memang berbeda. Tapi bukan karena mereknya berbeda, melainkan kopi ini dicampur dengan larutan lain selain gula.
1011.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 340 kali sebagai kopi campur garam
Baca
+Pustaka
Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Jerat Candu Tuan Muda Kejam

Dia mengernyitkan dahi seolah heran. "Ini tuh namanya tumis kemaren yang udah dicampur jadi satu terus diangetin berkali-kali. Kalau di sini biasanya disebut bebeye. Kombinasi yang pas ini. Di Bekasi sama Jakarta saya nggak pernah nemu." "Tumis campur yang udah diangetin berkali-kali? Gizinya udah hilang itu, yang ada jadi racun nanti." Aku tersenyum, lalu menepuk pahanya.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai kopi campur garam
Baca
+Pustaka
Kopi dan Lemon:  Wanted Husband Series

Kopi dan Lemon: Wanted Husband Series

Kafe itu ia beri nama 'Kopi dan Lemon', yang menyediakan berbagai macam minuman panas dan dingin, mulai dari kopi hingga yogurt dan berbagai macam kue serta sandwich bahkan pizza. Ia tidak mempekerjakan bayak orang. Hanya ada tujuh orang termasuk dirinya sendiri. Terdiri dari satu chef utama yang merangkap pramusaji kadang-kadang, tiga pramusaji yang merangkap chef, satu satpam yang merangkap juru parkir dan juga OB lalu seorang lagi sebagai akuntan sekaligus marketing dan gudang. Ia sendiri menjabat sebagai manager dan yang menanggung berbagai macam hal yang menyangkut kafe, kadang ia juga mengerjakan pekerjaan kasar semisal mengelap kaca, seperti yang tengah ia lakukan saat ini. Ia telah m
1017.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 343 kali sebagai kopi campur garam
Baca
+Pustaka
Bos Kampret Ku

Bos Kampret Ku

"Ini kopi item? Kaya yang biasa buat Pak Septa?" "Hmm." Lila mengambil tray berisi macam-macam kopi sachetan yang ada di dalam wadah penyimpanan di rak. "Bawel banget sumpah Dirut baru!" gerutunya. "Kamu tuh gimana sih, Lil? Pak Ezekiel kan tadi pagi udah ngasih tahu dia suka kopi apa." Lila mendecak sebal. "Kopi tuh sama aja. Item kek, machiato kek, tubruk kek, sachetan kek."
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai kopi campur garam
Baca
+Pustaka
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

Lalu, mulai menjerang air panas. Alfian telah menyelesaikan makannya ketika air dalam ketel mendidih. Airin mengangkat gagang ketel dan menuangkan isinya ke dalam cangkir yang serta merta melarutkan bubuk hitam dengan aroma kopi arabika yang khas. Alfian berdiri tepat di sisi Airin, mencuci piring bekas makannya. Airin tersenyum melihat perilaku sepupunya itu. “Apa ada yang lucu?” goda Alfian.
108.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai kopi campur garam
Baca
+Pustaka
Pembalasan sang Istri Tertindas

Pembalasan sang Istri Tertindas

Punyaku cuma americano, aku sudah mencatat kopi rekan-rekan lainnya. Janice harus menggulir sampai dua halaman barus selesai membaca semua pesanan kopi itu. Ada yang tambah susu tanpa gula, ada yang tambah gula tanpa susu, ada yang tanpa gula dan susu, ada yang tambah kayu manis, ada yang tambah mentega, dan bahkan ada tambah garam. Selain itu, pesanan kopinya juga dari kedai kopi yang berbeda.
9.4935.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.7K kali sebagai kopi campur garam
Tampilkan Ulasan (192)
Baca
+Pustaka
namanya
serius ini ga ada lanjutannya? mba penerjemah.. tolong lanjutin lagi ya updatenya kalau ada.. sapa tau penulis aslinya trus hidup lagi gitu... kalau menurutku novel ini masih ter the best deh di GN ini. jadi sayang kalau berhenti ditengah jalan gini... tinggal dikit kayanya... plis lanjut lagi yuk..
Jesi Sanctuary
Kak Danira, ini bener-bener plotwist, lovee banget! Izin promosi yaa kak hihi buku-ku; "Pernikahan Dadakan dengan Mantan" Yuk ketemu dengan Rajendra dan Karuna—dua mantan dengan masa lalu yang belum benar-benar selesai! Thank you so much, Kak! Sukses selaluu<3
Baca Semua Ulasan
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Keesokan harinya, rasa laparnya mulai terasa. Namun, Sumi hanya boleh makan bubur tawar sekali sehari, yaitu hanya di jam 6 sore. Harus tanpa garam, tanpa gula rasanya seperti sedang makan lem. Hari ini rasanya Sumi ingin sekali minum kopi, kopi hitam panas yang biasa ia minum, mengingatkannya saat minum berdua dengan Ibu sewaktu subuh dulu.
10606 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai kopi campur garam
Baca
+Pustaka
Ranjang Panas CEO

Ranjang Panas CEO

"Huek!! Kopi apa ini? Kenapa asin?! Kau mau membuatku darah tinggi?!" "Ups maaf tuan, kurasa aku salah memasukkan garam ke kopi anda tuan aku kira itu gula. Mungkin itu karena tadi saat aku sedang mencari gula, mataku kemasukan debu jadi aku tidak bisa melihat dengan jelas," elak Freya, "Mampus!! Rasakan itu, siapa suruh kau mengerjaiku!" batin Freya yang sedang menahan tawanya.
9.846.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai kopi campur garam
Baca
+Pustaka
Bukan Jodoh Pilihan

Bukan Jodoh Pilihan

“Ganti, bikinin mas lagi yang baru.” Aku mendelik ke arah Gilang. Kurang ajar sekali dia. Dia sengaja mengerjaiku rupanya. Lihatlah senyum jahilnya. Aku pun segera ke dapur membuat kopi lagi namun sengaja bukan gula yang kumasukkan tapi garam. Biarkan saja, salah siapa jahil. “Makasih,” ucapnya dengan menampilkan senyum manis. Gilang terkejut saat meminum kopi buatanku. Rasakan!
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai kopi campur garam
Baca
+Pustaka
Obsesi Gila Suamiku

Obsesi Gila Suamiku

Aroma pekat kopi hitam, wangi nasi goreng yang baru matang, serta aneka masakan rumahan langsung menyambut indra penciuman mereka begitu melewati pintu masuk. Halim dan Kenzo memilih meja kosong di dekat jendela yang menghadap ke area parkir samping. Tak butuh waktu lama hingga dua piring nasi rames hangat dengan lauk ayam goreng, tumis sayur, cocolan sambal bajak, dan semangkuk kecil sup kaldu tersaji di hadapan mereka. Kenzo memandangi piringnya dengan mata berbinar. "Tampilannya menggugah selera sekali, Om."
10888 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai kopi campur garam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status