Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Penakluk Dua Dunia Dengan Tiga Wanita Cantik Ku!

Sang Penakluk Dua Dunia Dengan Tiga Wanita Cantik Ku!

Ia tidak menggunakan pengeras suara, namun ia mengalirkan Qi-nya ke dalam setiap atom di udara. "TUAN HOX!" Suara itu menggelegar layaknya ribuan petir yang menyambar secara bersamaan. Getarannya begitu kuat hingga kaca-kaca di gedung perkantoran retak, dan permukaan air di sungai-sungai kota itu memuncrat tinggi ke udara. "Keluar dari lubang tikusmu, atau aku akan meratakan seluruh kota ini hanya untuk menemukan mayatmu!"
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai ku takkan bersuara
Baca
+Pustaka
Tak Lagi Punya Tempat Pulang

Tak Lagi Punya Tempat Pulang

Di seberang telepon hening selama beberapa detik. Suara ibuku terdengar tidak percaya. "Apa maksudmu? Kamu pergi ke luar kota sendirian? Kamu gila, ya? Kamu itu perempuan …." Aku menyelanya dengan suara yang sangat tenang, "Aku bukan sedang minta izin, melainkan hanya memberitahumu." Suara ibuku meninggi. "Clara!" "Cepat pulang! Apa-apaan kamu ini! Bukankah cuma karena satu kali nggak mengajakmu makan bareng? Apa perlu sampai membuat keributan seperti ini?"
3.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai ku takkan bersuara
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Bos Sadis

Terjebak Cinta Bos Sadis

Tapi suaraku… tidak keluar. Bukan karena aku tidak bisa bicara. Tapi karena— suara itu sendiri seperti ditelan. Nara yang Tidak Bisa Mendekat “Jangan dekat-dekat!” Itu suara Adrian lagi. Lebih dekat. Lebih jelas. “Dia nggak stabil! Kalau lo masuk—” Suara itu terpotong. Seperti diputus. Aku tidak bisa melihat mereka dengan jelas.
10870 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai ku takkan bersuara
Baca
+Pustaka
SEPEDA TUA WARISAN KAKEK

SEPEDA TUA WARISAN KAKEK

tanyaku dengan suara yang parau. “Suci ….” 🤍🤍🤍
1036.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai ku takkan bersuara
Baca
+Pustaka
Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Mata Ajaib Pembaca Pikiran

Suara yang bukan milikku. "Aku sudah nggak kuat lagi. Aku akan mengakhiri semuanya hari ini," suara itu bergema dalam pikiranku—suara Tedi. Kata-kata itu menghantamku seperti petir di siang bolong, membuat jantungku berdegup kencang.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai ku takkan bersuara
Baca
+Pustaka
Terlalu Kaya dan Tampan

Terlalu Kaya dan Tampan

Napas tercekat. Karena yang terdengar di rekaman itu bukan suara asing. Tapi suara yang sangat… sangat… dekat. Suara itu berkata: “Kalau gue nggak bisa punya lo, Nad… orang lain juga nggak boleh.” Nadia terisak. Arkan menutup mata putus asa. Kevin perlahan berbisik, suara pecah: “Ini… ini gak mungkin…
961 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai ku takkan bersuara
Baca
+Pustaka
Istri Manis Om Yuda

Istri Manis Om Yuda

Aku kan enggak bisa nahan suaraku. Aku berisik kalau lagi main, susah tahan suaraku," ucap Kayla menjelaskan alasan mengapa dirinya menolak ajakan Yuda untuk melakukan hal itu. Yuda terkekeh dan menatapnya dengan rasa gemas yang hampir tidak terbendung. "Justru karena itu. Rasanya pasti akan berbeda kalau kamu berusaha untuk menahan suara kamu. Ayo coba aja," bujuk Yuda penuh goda.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai ku takkan bersuara
Baca
+Pustaka
Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa

Shh, Tuan! Jangan Bilang Siapa-siapa

Bertanya tanpa bersuara. "Maksudku... adegan-adegan dewasa seperti ini," lanjut Ruenna.
101.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai ku takkan bersuara
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Namun, dia hanya berkata dengan dingin dan acuh tak acuh. "Kamu sudah dewasa, masih saja ikut-ikutan dengan dia bermain sandiwara seperti ini!" "Dia masih kecil, belum dewasa, kamu juga mau ikut-ikutan buat masalah?" Suaranya keras, menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Di tengah hiruk pikuk percakapan yang ramai, suara Tante Sandra terdengar lemah dan serak dari seberang telepon.
8.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai ku takkan bersuara
Baca
+Pustaka
Takkan Kembali Lagi

Takkan Kembali Lagi

] [Jika suatu hari nanti dia sungguh-sungguh bertobat, apa kamu bersedia memberinya kesempatan lagi? [Aku tidak mengharapkan jawaban, aku hanya ingin bertanya padamu …. Apa kamu bersedia percaya pada cinta lagi?] Lama sekali aku hanya diam menggenggam surat itu. Ketika malam tiba, barulah aku berbisik pada diriku sendiri. "Aku bersedia memberi diriku kesempatan kedua, tapi nggak dengannya." Kali ini, aku akhirnya mengerti bahwa melepaskan seseorang bukan berarti tidak akan pernah bertemu dengannya lagi.
7.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 255 kali sebagai ku takkan bersuara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status