Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Yang Kukira Cinta, Ternyata Belum Tentu Setia

Yang Kukira Cinta, Ternyata Belum Tentu Setia

Neneknya segera menarik tangan Bordy dan menyuruhnya duduk di samping. "Nenek, ada urusan mendesak di perusahaan." Brody memijat pelipisnya, suaranya dipenuhi kelelahan. Begitu mendengar ucapannya, neneknya langsung tampak penuh rasa sayang, "Brody, urusan perusahaan bisa diserahkan ke orang lain. Sekarang kamu hanya perlu fokus satu hal, yaitu persalinan Frida!" "Brody, lihat, nanti yang akan aku lelang adalah liontin panjang umur itu. Kalau nanti aku berikan ke cucuku, pasti sangat menggemaskan."
5.9K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as kukira prioritas ternyata
Read
+Library
SUAMI MISKINKU DI RUANG NASABAH PRIORITAS

SUAMI MISKINKU DI RUANG NASABAH PRIORITAS

Suami Miskinku di Ruang Nasabah Prioritas Part 1 Tring! Sebuah pesan masuk dari Anita. Teman baikku. [Ciee yang sekarang jadi nasabah prioritas.] Keningku mengerut bingung. [Apa sih gak ngerti?] balasku. Tring! Kemudian dia mengirim sebuah gambar. [Itu suami kamu 'kan?] Kuteliti foto itu, foto punggung seorang lelaki berkaos hitam memakai sendal jepit dan celana kolor yang memang mirip dengan suamiku.
921.5K viewsCompletedAdded to Library 600 Times as kukira prioritas ternyata
Read
+Library
Ditalak 3 Lewat Telepon

Ditalak 3 Lewat Telepon

ucap suster panjang lebar. “Memangnya anak saya tidak lebih penting, hah?” sarkas bu Haliza. “Mohon maaf Bu!” “Mah, sudahlah jangan diperbesar. Orang korban laka lantas memang harus diprioritaskan. Sama seperti Zafran saat tertembak kemarin,” ucap pak Suwardi sedikit ketus. Lelaki paruh baya itu merasa tak lagi mengenali wanita yang sudah berpuluh tahun menemaninya itu. Sungguh, tak biasanya bu Haliza bersikap demikian.
1036.1K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as kukira prioritas ternyata
Read
+Library
Istri Pilihan Untuk CEO Arogan

Istri Pilihan Untuk CEO Arogan

ucap Adira dengan senyumnya. Arsen mengangguk dengan membalas pelukan Adira. “Jangan sia – siain dia lagi.” Balas Arsen mengingatkan. Adira melepas pelukan Arsen. Ia berdiri tegap seraya hormat pada sahabat sekaligus kakak yang sangat disayangi oleh istri kecilnya itu. “Siap, gue ngga akan sakitin Ana lagi.” Ucap Adira tegas. “Istri lebih penting Dir, apalagai udah sah. Sekarang prioritas lo adalah keluarga, ingat itu.” Peringat Ryan pada sahabatnya itu.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as kukira prioritas ternyata
Read
+Library
ISTRI RAHASIA DOSEN MUDA

ISTRI RAHASIA DOSEN MUDA

ia terkejut. Dalam rencana jangka panjang yang Ikri bangun, tidak ada dirinya di sana. Ia berada dalam urutan terakhir dalam skala prioritas itu. Jauh sekali. Sampai letaknya berada di ujung 8 atau 10 tahun kemudian. ^^^^ To be continued
101.8K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as kukira prioritas ternyata
Read
+Library
Di Balik Kantor CEO: Cinta yang Tak Terucapkan

Di Balik Kantor CEO: Cinta yang Tak Terucapkan

"setiap orang di sini telah menunjukkan keberanian luar biasa. Nadia, terima kasih atas kejujuranmu. Tanpa kamu, kita mungkin tidak akan menemukan arus balik sinyal itu.” Nadia mengusap air mata, “Aku… berhutang hidup pada kalian semua.” — Refleksi dan Pengakuan — Clara memimpin rapat singkat di ruang briefing. Di papan tulis, ia menuliskan dua prioritas: “1) Pemulihan Kieran, 2) Effektifkan pengamanan saksi.” Ia menatap Nadia, lalu menyambung, “Kamu diperlakukan sebagai bagian keluarga ini.
102.3K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as kukira prioritas ternyata
Read
+Library
Ternyata Kamu Tempat Pulang

Ternyata Kamu Tempat Pulang

“Donni itu rekan kerja. Kamu tahu event film internasional besok penting buat aku…” “Penting sampe ngelupain aku? Lo bisa ketawa sama dia, tapi gak bisa bales chat gue? Semudah itu ya? Gue udah segak penting itu?” Dalam hatinya, Kirana ingin marah. Tapi bibirnya membisu. “Selama ini gue selalu prioritasin lo ! Selalu luangin tiap weekend sama lo ! Karena gue pingin bareng lo terus! Tau?!”
817 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as kukira prioritas ternyata
Read
+Library
Pijatan Nikmat Sang CEO

Pijatan Nikmat Sang CEO

jawab Bima jujur, "tapi tidak ada yang lebih penting daripada melihatmu tampil. Papa akan mengatur jadwal rapat agar bisa hadir." Kirana tersenyum mendengar percakapan tersebut. Inilah nilai-nilai yang ingin mereka tanamkan pada anak-anak mereka: bahwa meskipun pekerjaan penting, keluarga selalu menjadi prioritas. Dan memang, keesokan harinya, Bima dan Kirana duduk di barisan depan aula sekolah, menyaksikan Arjuna yang berdiri tegak sebagai "pohon" dengan kedua tangan terentang lebar seperti dahan. Meskipun perannya sederhana, mereka tidak bisa lebih bangga lagi.
3.9K viewsCompletedAdded to Library 82 Times as kukira prioritas ternyata
Read
+Library
Kelir Getih (Layar Berdarah)

Kelir Getih (Layar Berdarah)

Prioritasnya berubah drastis. “Apa rencanamu, Kirana? Katakan padaku! Mereka pasti punya cara untuk menculik Satria!” “Mereka sedang mengejarku. Raka, aku hanya butuh sedikit waktu. Kau harus menelpon Agung Kusuma sekarang! Alihkan perhatian mereka!” Kirana terbatuk. Suara tembakan sayup-sayup terdengar, jauh di ujung saluran.
817 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as kukira prioritas ternyata
Read
+Library
Aku Kira Musibah Ternyata Anugrah

Aku Kira Musibah Ternyata Anugrah

Dia merasa cemburu ketika mengetahui Laura kasihan pada Kakak tirinya tersebut. Memukul kepala Wilona dengan kasar, "Ibu bekerja seperti ini juga demi mencukupi kebutuhan hidup kamu selama ini," hardik Laura.
9.57.9K viewsOngoingAdded to Library 245 Times as kukira prioritas ternyata
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status