Hatiku direbut Berondong
Aku merasa lega melihat pintu itu bisa dikunci dari dalam.
Malam semakin larut. Setelah minum teh hangat dan berganti pakaian, aku membaringkan diri. Keheningan Villa terasa asing, namun juga damai.
Aku baru saja akan terlelap ketika udara dingin menusuk kulitku. Aku mencoba mematikan AC di kamar itu, tapi setiap kali kutekan tombol Off, dia tidak bereaksi. Aku mengerutkan dahi, lalu menyadari AC kamarku bermasalah. Aku bangkit, mencoba mematikannya sekali lagi, tapi hanya lampu indikator merah yang berkedip. Sudah lewat tengah malam, dan aku tidak berani mengutak-atik sakelar listrik.
Hot Chapters